TANJUNG SELOR — Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kaum cendekiawan dalam mempercepat pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikannya usai resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kaltara periode 2025–2030.
Ingkong menilai, organisasi cendekiawan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kaltara yang memiliki tantangan pembangunan cukup kompleks.
“Kaltara membutuhkan lebih banyak peran dari para cendekiawan bukan hanya sebagai pemikir, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya,” tegasnya, selasa (28/10/2025).
“Pemerintah provinsi siap menjadi mitra strategis ICDN untuk bersama-sama membangun daerah,” lanjut dia.
Ia menekankan, pembangunan tidak bisa dijalankan hanya dengan pendekatan birokrasi semata, melainkan harus melibatkan partisipasi masyarakat dan dukungan dari kalangan intelektual.
“Kita tidak bisa membangun daerah hanya dengan program administratif. Perlu ada kajian, dialog, dan keterlibatan pemikiran yang objektif agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wagub.
Sebagai Ketua ICDN Kaltara yang baru, Ingkong berkomitmen menjadikan organisasi ini wadah kolaborasi lintas profesi dan etnis untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia di Kaltara.
“Visi besar ICDN sebagai Rumah Besar Cendekiawan Dayak untuk NKRI harus diwujudkan dalam kerja nyata. ICDN bukan hanya milik masyarakat Dayak, tapi juga bagian dari semangat kebangsaan untuk Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan para cendekiawan Dayak di Kaltara dapat menjadi katalis bagi lahirnya gagasan baru dalam bidang pendidikan, ekonomi kreatif, dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Kita punya banyak potensi, tapi perlu disatukan dengan visi dan ilmu. Itulah tugas para cendekiawan,” tutup Ingkong.(*)













