Dari Kantin hingga Tiket Semua Tinggal Scan Pakai SIAP QRIS, Wajah Baru Kayan II

TANJUNG SELOR – Suasana berbeda kini terasa di Pelabuhan Kayan II di kota Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Aktivitas penumpang yang hilir mudik, tak lagi terlihat antrean panjang dengan uang tunai di tangan. Cukup satu kali pindai, transaksi selesai dalam hitungan detik.

Perubahan ini hadir seiring diluncurkannya aplikasi SIAP QRIS oleh Bupati Bulungan Syarwani pada Jumat 17 April, Kemarin. Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan kemudahan baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Sekarang lebih praktis, tidak perlu repot bawa uang tunai. Tinggal scan saja, semua beres,” ujar salah seorang penumpang yang tengah bersiap menyeberang.

Tak hanya di loket tiket, suasana serupa juga terlihat di kantin pelabuhan. Para pedagang mulai terbiasa menerima pembayaran digital, sementara pembeli menikmati proses transaksi yang lebih cepat dan sederhana.

Bupati Bulungan Syarwani menyebut, perubahan ini memang dirancang untuk mendekatkan layanan publik dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal digitalisasi, tapi bagaimana kita memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam setiap aktivitasnya,” kata Syarwani..

Ia mengatakan, kehadiran SIAP QRIS juga menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem yang lebih transparan dan aman.

“Kita ingin semua transaksi tercatat dengan baik, sehingga memberikan rasa aman, baik bagi masyarakat maupun pengelola,” kata dia.

Syarwani bilang, digitalisasi ini juga membawa pesan kepedulian, pemkab Bulungan bersama pelaku usaha menghadirkan kebijakan khusus bagi penyandang disabilitas, termasuk potongan harga di sejumlah layanan.

“Transformasi ini harus dirasakan semua kalangan. Kita ingin layanan yang adil dan inklusif, tidak ada yang tertinggal,” tegas Syarwani.

Syarwani menegaskan, bagi para pelaku usaha di kawasan pelabuhan, perubahan ini juga membuka harapan baru. Selain mempermudah transaksi, sistem digital dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan.

“Lebih jelas, lebih cepat, dan pembeli juga merasa nyaman,” tegasnya.

Pelabuhan Kayan II kini tidak hanya menjadi tempat bertemunya perjalanan, tetapi juga simbol perubahan. Dari transaksi sederhana hingga kebijakan inklusif, semua bergerak menuju satu tujuan yakni menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi.

“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang bagaimana kita membuat hidup masyarakat menjadi lebih mudah dan lebih baik,” tutup Syarwani.(*)