SANDAKAN — Kebakaran besar melanda kawasan permukiman atas air di Kampung Bahagia, Sandakan, Malaysia Minggu (19/4) dini hari.
Sedikitnya 1.000 rumah dilaporkan musnah dalam insiden tersebut, dikutip dari Bernama, kantor berita Malaysia.
Ketua Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Sandakan, Jimmy Lagung, mengatakan kebakaran melibatkan area seluas lebih dari empat hektare. Kondisi air laut yang surut sempat menyulitkan petugas dalam mendapatkan sumber air terbuka untuk pemadaman.
“Operasi menggunakan sumber air dari pengangkut air, pipa bertekanan milik Kilang IOI serta air laut. Pasukan bomba mengoperasikan empat aliran selang sepanjang 1.000 kaki dan 12 pancutan air,” ujarnya.
Ia menambahkan, unit Fire Rescue Tender (FRT) dari BBP Kinabatangan turut membantu operasi pemadaman dengan dua aliran selang sepanjang 400 kaki dan empat pancutan air.
“Operasi pemadaman berhasil dituntaskan sekitar pukul 12.00 siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak bomba menerima laporan kejadian pada pukul 01.32 dini hari,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Majlis Perbandaran Sandakan, Walter Kenson, mengatakan dua Pusat Pemindahan Sementara (PPS) telah dibuka untuk menampung warga terdampak. PPS pertama berlokasi di Dewan Proyek Perumahan Rakyat (PPR) Batu Sapi sejak pukul 07.00 pagi, disusul PPS kedua di Sekolah Kebangsaan Gas pada pukul 11.00.
“PPS dibuka setelah pemeriksaan menunjukkan kawasan dan rumah penduduk tidak lagi aman untuk dihuni. Status bencana kebakaran juga telah ditetapkan di wilayah tersebut,” kata Walter.
Data sementara Jawatan kuasa Pengurusan Bencana Negeri Sabah mencatat hingga pukul 10.30 waktu setempat, sebanyak 143 kepala keluarga atau 661 jiwa telah terdaftar di PPS Dewan PPR Batu Sapi.
Proses pendataan korban masih terus dilakukan oleh Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) bersama Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM).(*)







