APAU KAYAN – Pertemuan bilateral antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Sarawak, Malaysia, di Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Rabu (25/3/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat pembangunan kawasan perbatasan di Apau Kayan.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala mengatakan, rapat koordinasi (Rakor) kerja sama lintas batas ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah perbatasan.
“Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan setelah agenda serupa digelar di Kuching pada Juni 2025 lalu. Hasil kesepakatan yang dicapai di Long Nawang ini diharapkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata,” kata Ingkong Ala.
“Ada beberapa kesepakatan kerjasama yang kita simpulkan dalam rakor tersebut, dan ini harus berdampak langsung bagi masyarakat. Kita ingin perbatasan tidak lagi tertinggal, tetapi menjadi beranda depan yang maju dan sejahtera,” sambung dia.
Menurutnya, kedekatan wilayah Kaltara dengan Sarawak menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui perdagangan lintas batas, investasi, dan penguatan sektor unggulan masyarakat.
“Dalam pertemuan Rakor ini, kedua pihak juga sepakat membentuk mini Sosek Malindo sebagai forum koordinasi langsung antar wilayah guna mempercepat pengambilan keputusan dan implementasi program di perbatasan kedua negara,” ujar Wagub Ingkong.
Selain itu, di rakor serumpun ini juga menyepakati sejumlah skema kerja sama langsung yang dinilai penting agar pembangunan tidak terhambat birokrasi panjang.
“Kita ingin kerja sama ini lebih cepat, lebih efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat perbatasan,” tegasnya.
Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian. Pertukaran pelajar dan peningkatan layanan kesehatan lintas batas diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan tersebut.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kaltara dan Sarawak sepakat mendorong peningkatan perdagangan serta membuka akses pasar bagi produk lokal. Komoditas unggulan seperti kakao, kopi, lada, cengkeh, dan vanili dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
“Yang kita dorong bukan hanya produksi, tetapi juga kepastian pasar. Masyarakat harus yakin bahwa hasil mereka bisa terserap,” jelas Ingkong.
Wagub menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama konektivitas kawasan, termasuk percepatan jalan penghubung Sarawak ke Apau Kayan dan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
“Kalau konektivitas terbuka, maka ekonomi bergerak, pelayanan publik meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” jelasnya.
Dalam aspek keamanan, Ingkong Ala memastikan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas wilayah perbatasan, termasuk mencegah peredaran narkotika dan aktivitas ilegal lainnya melalui koordinasi aparat kedua negara.
“Kemudahan akses bagi masyarakat perbatasan juga menjadi perhatian, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. Kedua pihak sepakat untuk tidak mempersulit masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok, Selama tetap dalam koridor hukum dan kedaulatan negara, akses harus dipermudah,” tegasnya.
Ia menambahkan, hubungan sosial dan budaya yang telah lama terjalin antar masyarakat lintas batas harus terus dijaga dan diperkuat melalui kegiatan bersama.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari kerja besar kita bersama membangun perbatasan yang maju, aman, dan sejahtera,” ujar dia.
Sementara itu, timbalan Menteri (Wamen) Digital Sarawak, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong mengungkapkan pihaknya memberikan peluang kepada anak-anak perbatasan untuk kuliah diperguruan tinggi di Malaysia.
“Selain kerjasama bidang budaya dan ekonomi Kami juga akan menyampaikan usulan mempercepat pembangunan PLBN di Sarawak oleh Pemerintah pusat Kerajaan Malaysia,” tutupnya.
Dalam kunjungannya, Wilson didampingi Residen Bahagian Kapit Elvis Anak Didit, Residen Bahagian Miri Galong Anak Luan, Pegawai Daerah Bukit Mabong Jabang Anak Juntan, serta Pegawai Daerah Kanowit Cerislogo Anak Sabut. Rombongan juga diikuti unsur perkhidmatan awam Kapit dan istri Wilson, Datin Lita.(*)









