Zulmansyah Sekedang Wafat, Dunia Pers Nasional Berduka

JAKARTA – Jumat (17/4/2026) malam, tak ada yang menyangka akan menjadi perjumpaan terakhir dengan Zulmansyah Sekedang. Di tengah suasana hangat peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kampus LSPR, Jakarta, ia masih tampak seperti biasa. Menyapa, tersenyum, dan berdiskusi ringan dengan rekan-rekannya sesama wartawan.

Sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah dikenal bukan hanya sebagai organisator, tetapi juga sahabat bagi banyak orang. Ia hadir bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjaga relasi, merawat kebersamaan, hal-hal yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya di dunia pers.

Usai acara, ia masih meluangkan waktu makan malam bersama kolega di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Obrolan mengalir santai, sesekali diselingi tawa. Hingga kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, suasana berubah.

Zulmansyah tiba-tiba mengeluhkan sesak di dada. Wajahnya pucat, tubuhnya melemah. Rekan-rekan yang ada di lokasi segera sigap, membawanya menuju Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Di ruang penanganan darurat, harapan masih menggantung. Tim medis berupaya memberikan pertolongan terbaik. Namun takdir berkata lain. Pada Sabtu (18/4) pukul 00.10 WIB, Zulmansyah mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung.

Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas pers nasional yang telah lama mengenalnya sebagai sosok pekerja keras dan penuh dedikasi.

Zulmansyah bukan nama baru di dunia jurnalistik. Ia meniti jalan panjang, dari daerah hingga pusat. Dua periode memimpin PWI Riau menjadi bukti kepercayaan yang ia bangun dari bawah. Di tingkat nasional, ia menjadi bagian penting dalam merajut kembali persatuan di tubuh organisasi, terutama saat PWI menghadapi dinamika internal.

Baginya, organisasi bukan sekadar struktur, melainkan rumah bersama. Ia percaya, wartawan tidak hanya bekerja menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga nilai dan integritas profesi.

Ucapan duka juga datang dari Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus. Dalam pernyataannya, ia mengenang Zulmansyah sebagai sahabat seperjuangan yang telah melalui banyak dinamika bersama.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Adinda, engkau sahabat seperjuangan yang terus bersama sejak dari Solo, Bandung dan Karawang. Dalam perjuangan di SMSI dan PWI banyak hal yang pernah kita rasa. Kadang rasa itu berbeda, namun dari perbedaan itu semakin memperkuat silaturahmi kita untuk saling memahami,” ucap Firdaus.

Ia juga menyampaikan doa dan permohonan maaf atas nama persahabatan dan kebersamaan yang telah terjalin.

“Selamat jalan Dinda, semoga Allah SWT menempatkan dikau di sisi-Nya. Saya sebagai sahabat di SMSI dan PWI memohon kepada para senior dan rekan-rekan, jika ada ganjalan kepada beliau atas khilafnya, mohon dimaafkan,” lanjutnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, turut mengenang Zulmansyah sebagai sosok yang tak pernah setengah hati dalam mengemban amanah.

“Beliau selalu hadir, selalu memberi, dan tidak pernah lelah untuk organisasi. Kami kehilangan bukan hanya seorang Sekjen, tapi juga seorang sahabat,” ujarnya.

Kini, langkah itu telah terhenti. Namun jejaknya tetap tinggal dalam ingatan, dalam cerita, dan dalam semangat yang ia tanamkan kepada banyak orang.

Keluarga besar PWI dan insan pers Indonesia pun mengiringi kepergiannya dengan doa. Semoga segala pengabdian yang telah ia berikan menjadi amal kebaikan, dan ia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.(*)