Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan, Sebut Pernyataan “Sirkus” Merujuk Kondisi Ruang Rapat

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, membantah tudingan telah menghina profesi wartawan dalam rapat di Komisi II DPR RI. Peristiwa ini bermula ketika wartawan memantau rapat Komisi II DPR RI di depan ruang rapat Komisi II, gedung Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026) kemarin.

Ia menegaskan pernyataan “sudah seperti sirkus” yang disampaikannya merujuk pada kondisi ruang rapat, bukan ditujukan kepada wartawan.

Klarifikasi itu disampaikan Deddy menanggapi pernyataan Koordinator KWP terkait tuduhan dirinya menghina profesi wartawan.

“Saya sangat menghormati profesi wartawan dan perannya sebagai salah satu pilar demokrasi,” kata Deddy Sitorus saat dihubungi, Jumat (31/7/2026).

“Saya menyayangkan tudingan itu disampaikan kepada publik tanpa terlebih dahulu meminta konfirmasi lebih dahulu,” sambung dia.

Politisi PDIP itu bilang, tuduhan tersebut tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikannya saat rapat dan bahkan dinilai cenderung berbau fitnah.

Deddy kemudian menjelaskan konteks pernyataannya dalam rapat. Saat itu, ia meminta pimpinan rapat menertibkan ruangan karena banyak orang berdiri dan bergerombol ketika rapat berlangsung.

“Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini,” ujar Deddy mengutip pernyataannya saat rapat.

Ia menegaskan kalimat itu merujuk pada situasi di dalam ruang rapat dan tidak ditujukan kepada wartawan maupun kelompok atau individu tertentu.

Deddy bilang, konteks pernyataannya dapat diperiksa melalui rekaman video rapat serta keterangan peserta yang hadir saat rapat berlangsung.

Deddy juga membantah telah menghalangi wartawan menjalankan tugas peliputan.

” Rapat kerja Komisi II DPR RI bersama pemerintah bersifat terbuka dan dapat dihadiri wartawan maupun masyarakat. Di dalam ruangan sudah disediakan ruangan balkon untuk publik yang ingin mengikuti jalannya rapat,” tegasnya.

Deddy meminta informasi mengenai peristiwa itu disampaikan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi serta melalui proses konfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Apabila memang terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi terkait peristiwa ini, saya berharap hal tersebut dapat diluruskan kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga akurasi informasi,” ujar anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara).

Deddy menegaskan dirinya menghargai kerja jurnalistik dan berharap hubungan antara anggota DPR RI dan insan pers tetap terjaga dengan menjunjung etika, profesionalisme, akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.

“Apabila terdapat keraguan terhadap informasi yang saya sampaikan, saya menyatakan siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers. Saya menegaskan bahwa tidak pernah ada niat ataupun kata-kata dari saya yang dapat diasumsikan sebagai bentuk merendahkan atau menghina profesi wartawan,” pungkasnya.(*)