NUNUKAN – Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 yang digelar di Kabupaten Nunukan resmi berakhir. Seluruh rangkaian pertandingan selama empat hari, 2–5 Juli 2026, berlangsung aman, tertib dan lancar, sekaligus memperkuat solidaritas insan pers dari seluruh kabupaten dan kota di Bumi Benuanta.
Pada akhir kompetisi, PWI Kota Tarakan berhasil mempertahankan gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mengoleksi 11 medali emas, 6 perak, dan 16 perunggu atau total 33 medali.
PWI Kabupaten Nunukan selaku tuan rumah menempati posisi kedua dengan raihan 7 medali emas, 8 perak, dan 8 perunggu. Sementara PWI Kabupaten Bulungan berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan 2 emas, 6 perak, dan 14 perunggu.
Ketua Panitia Besar Porwada II Kaltara 2026, Eliazar Simon mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, panitia lokal, aparat keamanan, tenaga kesehatan, sponsor, hingga seluruh peserta.
“Seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana. Tidak hanya sukses sebagai penyelenggaraan event olahraga, tetapi juga sukses mempererat kebersamaan insan pers. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” kata Eliazar.
Eliazar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Forkopimda, PWI Kabupaten Nunukan selaku panitia lokal, para sponsor, wasit, relawan serta seluruh kontingen yang telah berkontribusi menyukseskan Porwada II.
“Dukungan semua pihak ini menjadi bukti, Kabupaten Nunukan mampu menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional dalam menyelenggarakan ajang olahraga wartawan tingkat provinsi,” ungkapnya.
Dijelaskannya, Porwada II Kaltara mempertandingkan sembilan cabang, yakni futsal, bulu tangkis, tenis meja, catur, biliar, domino, atletik, esport dan karya jurnalistik.
“Seluruh pertandingan berlangsung kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan,” jelasnya.
Eliazar menegaskan, keberhasilan Porwada tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari semakin eratnya hubungan antarsesama wartawan di Kaltara.
“Juara memang penting, tetapi yang jauh lebih bernilai adalah persatuan yang semakin kuat di antara insan pers. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terpelihara dan menjadi energi positif untuk memajukan dunia jurnalistik di Kaltara,” ujarnya.
Ia menambahkan, Porwada menjadi momentum bagi wartawan untuk menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas peliputan sekaligus meningkatkan kualitas melalui kompetisi karya jurnalistik.
“Keberhasilan penyelenggaraan Porwada II di Nunukan ini menjadi bekal bagi PWI Kaltara mempersiapkan atlet-atlet wartawan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) mendatang,” tutupnya.(*)







