RSUD Jusuf SK Tarakan Siapkan ESWL, Batu Ginjal Bisa Dipecah Tanpa Operasi

TARAKAN — RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), tengah mempersiapkan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk menangani pasien batu ginjal tanpa tindakan operasi.

Layanan itu menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk memecah batu ginjal menjadi bagian-bagian kecil. Fragmen batu kemudian diharapkan dapat keluar secara alami melalui saluran kemih bersama urine.

Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., mengatakan ESWL tidak bertujuan mengangkat batu secara langsung, tetapi memecahnya agar dapat mengikuti aliran urine.

“Prosedur ESWL ini tujuannya memang bukan diangkat. Kita perkirakan bisa pecah dengan ESWL yang nantinya bisa mengikuti aliran air kencing dari ginjal,” kata Budy, Jumat 14 Agustus.

Budy bilang, sebelum menjalani prosedur, pasien tetap harus melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh. Pemeriksaan antara lain meliputi laboratorium, EKG, CT scan, tes darah, tes urine dan pemeriksaan penunjang lainnya.

“Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi pasien memenuhi syarat menjalani ESWL, termasuk mengetahui kondisi dan fungsi ginjal serta kondisi medis lainnya,” ujar Budy.

“Pasien yang dinyatakan memenuhi syarat selanjutnya akan menjalani tindakan menggunakan mesin lithotripter. Alat itu diposisikan sesuai lokasi batu, kemudian gelombang kejut diarahkan ke batu ginjal hingga terpecah menjadi bagian yang lebih kecil,” sambung dia.

Dijelaskannya, prosedur ESWL diperkirakan berlangsung sekitar satu jam. Dalam kondisi tertentu, pasien juga berpeluang tidak perlu menjalani rawat inap, tergantung kondisi medis dan hasil evaluasi dokter.

“Pemulihannya lebih cepat. Risiko lainnya juga lebih kecil bila dibandingkan dengan tindakan invasif,” jelasnya.

Namun, layanan ESWL di RSUD dr. H. Jusuf SK saat ini masih dalam tahap persiapan. Rumah sakit masih menunggu proses kredensial dari BPJS Kesehatan sebelum layanan tersebut dapat dimanfaatkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kehadiran layanan ESWL diharapkan memperluas akses masyarakat Kaltara terhadap penanganan batu ginjal. Pasien dengan kondisi yang membutuhkan tindakan tersebut nantinya tidak harus selalu dirujuk ke luar daerah,” tuturnya.

RSUD dr. H. Jusuf SK menargetkan layanan ESWL dapat menjadi salah satu pilihan penanganan batu ginjal bagi masyarakat Kaltara setelah seluruh tahapan persiapan dan kredensial selesai.

“Pengembangan layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperkuat kapasitasnya sebagai salah satu pusat rujukan kesehatan di Kaltara,” pungkasnya.(*)