TANJUNG SELOR – Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara (Kaltara) mengerahkan 35 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 2 hektare di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kamis (13/8/2026) malam.
Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., mengatakan, personel dikerahkan setelah menerima laporan masyarakat mengenai munculnya titik api di kawasan itu.
“Tim personel penanganan dipimpin IPDA Wisnu Krida Bayu Pamungkas, langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas,” kata Kombes Andreas, Jumat (14/8/2026).
Kombes Andreas bilang, dalam penanganan itu, Ditsamapta mengerahkan satu unit kendaraan karhutla, satu unit Armoured Water Cannon (AWC) dan satu unit Isuzu D-Max.
“Personel juga dilengkapi peralatan pemadaman dan alat pelindung diri (APD),” ujarnya.
Setiba di lokasi, petugas melakukan pengecekan kondisi lahan, memetakan titik api serta arah penyebaran api. Penyisiran dilakukan untuk menemukan titik api dan bara yang masih berpotensi menyala.
“Setelah api berhasil dikendalikan, penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa,” kata Andreas.
Ia mengungkapkan, untuk mendukung kebutuhan air selama pemadaman, personel menyambungkan selang suction dan strainer ke truk air milik PT PKN.
“Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena lokasi merupakan lahan gambut. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski api di permukaan telah dipadamkan,” ungkapnya.
Selain kondisi lahan, luas area yang terbakar, keterbatasan sumber air dan medan yang sulit dijangkau turut menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
“Setelah titik api berhasil dipadamkan, personel melanjutkan proses cooling down dan penyisiran ulang di seluruh area yang terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang dapat memicu kebakaran kembali,” tegasnya.
Kombes Andreas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Respons sejak dini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tutupnya.(*)







