TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan secara resmi meluncurkan program prioritas MADYA (Muda Berdaya, Muda Berkarya), sebuah wadah yang didedikasikan untuk mengakomodasi aspirasi, kreativitas, dan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Kaltara (Unikaltar), Didi Adriansyah, yang menilai MADYA sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberdayakan pemuda.
Rektor Unikaltar menyebut program MADYA merupakan salah satu dari 15 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, yang dirancang untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sesuai visi dan misi kepala daerah.
“MADYA menunjukkan bahwa pemerintah Bulungan memberi perhatian serius pada pemberdayaan pemuda. Ini bukan hanya program kegiatan, tetapi bagian dari strategi pembangunan SDM yang berkualitas,” kata Didi, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup MADYA sangat luas, meliputi bidang sosial, budaya, ekonomi hingga lingkungan. Dengan cakupan tersebut, pemuda di Bulungan dapat berperan aktif di berbagai sektor pembangunan.
“Salah satu tujuan paling penting dari MADYA adalah menciptakan ruang gerak bagi pemuda untuk mengembangkan potensi mereka. Ketika ruang itu disediakan, kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial akan muncul dengan sendirinya,” ungkapnya.
Meski demikian, Rektor mengingatkan agar MADYA tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Ia mendorong agar implementasi program ini terukur, berkelanjutan, dan benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Program ini harus lebih implementatif. Jangan berhenti pada acara peluncuran atau kegiatan formal. Pemuda harus merasakan manfaat langsungnya,” tegasnya.
Rektor Unikaltar juga menekankan pentingnya penyusunan roadmap lima tahun untuk memastikan MADYA berjalan selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bulungan.
“Roadmap diperlukan agar arah program jelas, terukur, dan tidak berjalan sporadis. Dengan perencanaan jangka panjang, hasilnya akan lebih kuat dan bisa dievaluasi secara berkala,” tegas Didi.
“Saya berharap MADYA menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran generasi muda Bulungan sebagai motor penggerak perubahan dan pembangunan di masa depan,” tutupnya.(*)







