TARAKAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sejumlah capaian positif dalam Audit Kinerja Itwasum Polri Wilayah II Tahun Anggaran 2026. Salah satunya penurunan luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 82,56 persen.
Hasil tersebut disampaikan dalam Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri yang digelar di Mako Brimob, Tarakan, Senin (14/9/2026).
Kegiatan dihadiri Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri Brigjen Pol. Eko Trisnanto, S.H., tim audit Itwasum Polri, Irwasda Polda Kaltara, para pejabat utama serta Kapolres/Ta jajaran.
Audit dilaksanakan pada 7-14 September 2026 dengan sasaran aspek pelaksanaan dan pengendalian serta Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU).
Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri Brigjen Pol. Eko Trisnanto mengatakan, audit dilakukan untuk melihat tingkat ketaatan, kepatuhan, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus mendorong perbaikan kinerja organisasi.
“Audit kinerja ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan serta mendorong perbaikan kinerja organisasi,” kata Brigjen Eko.
Dijelaskannya, dalam hasil pemeriksaan, tim audit mencatat penanganan Karhutla di wilayah Kaltara selama 2026 berjalan baik dan efektif. Hal itu didukung deteksi dini, kegiatan preventif, respons cepat, monitoring dan evaluasi, serta sinergi lintas sektor.
“Tercatat 374 kegiatan dilakukan untuk mencegah dan menangani Karhutla. Kegiatan itu meliputi edukasi, pemasangan spanduk dan rambu, apel kesiapsiagaan, rapat koordinasi, patroli hingga pemadaman,” jelas Brigjen Eko.
Dengan Luas lahan terbakar turun dari 874,4 hektare pada 2025 menjadi 152,6 hektare pada 2026. Penurunan tersebut mencapai 82,56 persen.
“Penurunan luas lahan terbakar menjadi salah satu indikator bahwa langkah pencegahan dan respons yang dilakukan telah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain Karhutla, tim audit mencatat capaian Direktorat Polairud Polda Kaltara dalam pengungkapan kasus narkotika di wilayah Tarakan. Polisi mengamankan barang bukti sekitar 3 kilogram sabu-sabu.
Capaian lainnya berasal dari bidang pembinaan personel. Sebanyak delapan personel Polda Kaltara meraih prestasi pada Kapolri Cup 2026 dan kejuaraan nasional melalui cabang olahraga taekwondo, karate dan pencak silat.
Di sisi lain, tim audit juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada Polda Kaltara dan jajaran untuk ditindaklanjuti.
“Setiap rekomendasi hasil audit diharapkan dapat ditindaklanjuti secara optimal sehingga tidak hanya berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja,” tegasnya.
Ia meminta capaian yang telah baik dipertahankan, sedangkan aspek yang masih menjadi rekomendasi segera diperbaiki.
“Capaian yang sudah baik agar dipertahankan, sedangkan hal-hal yang masih menjadi temuan atau rekomendasi harus segera diperbaiki,” tuturnya.
Sementara itu Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol Yusuf mengatakan, sejumlah rekomendasi itu akan ditindaklanjuti Polda Kaltara dan jajaran.
“Hasil audit ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, khususnya dalam aspek pengawasan, tata kelola dan akuntabilitas,” kata Brigjen Yusuf.
“Capaian positif yang disampaikan tim audit menjadi motivasi bagi Polda Kaltara untuk mempertahankan kinerja sekaligus melakukan perbaikan pada aspek yang masih perlu ditingkatkan.” tutupnya.
Usai penyampaian Paparan Hasil Audit (PHA), kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan PHA dan penyerahan PHA serta tabulasi hasil pemeriksaan dari Auditor Kepolisian Utama Tk. II Slog Polri kepada Wakapolda Kaltara.(*)













