TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya menata pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara lebih terukur. Melalui Bappeda-Litbang, Pemprov Kaltara menargetkan capaian Indeks Modal Manusia (IMM) mencapai 0,60 pada tahun 2029 mendatang, melampaui rata-rata nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang ditetapkan sebesar 0,59.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda-Litbang Kaltara, Mochamad Sarkawi mengatakan, langkah ini telah dibahas pada rapat laporan pendahuluan kajian peningkatan IMM bersama tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
“Pertemuan ini menjadi pijakan awal penyusunan strategi pembangunan jangka menengah di bidang kesehatan dan pendidikan. Selain itu, kajian ini akan memetakan kondisi aktual sekaligus merumuskan kebijakan strategis,” kata Sarkawi, (2/10/2025).
“Kajian ini sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan SDM yang lebih terukur dan berkelanjutan. Target kita jelas, IMM Kaltara harus tembus 0,60 pada 2029,” tambah dia.
Dijelaskannya, IMM sendiri telah diperkenalkan oleh Bank Dunia untuk mengukur kualitas generasi mendatang melalui tiga pilar utama yakni kesehatan (umur harapan hidup), pendidikan (hasil belajar terstandar), dan produktivitas tenaga kerja.
“Berbeda dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), IMM lebih menekankan aspek mutu pendidikan dan daya saing jangka panjang,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, berbagai perangkat daerah terkait pembangunan SDM turut hadir. Menurut Sarkawi, sinergi lintas sektor adalah kunci agar laporan yang disusun benar-benar komprehensif dan aplikatif.
“Partisipasi aktif perangkat daerah akan memastikan strategi ini bisa dijalankan, bukan hanya di atas kertas,” tegasnya.
Bagi Pemprov Kaltara, lanjut Sarkawi, IMM bukan sekadar angka, tetapi cerminan masa depan daya saing anak-anak Bumi Benuanta.
“Kerja sama dengan UGM menegaskan keseriusan pemerintah untuk menghadirkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya akademis, tetapi juga realistis dan visioner,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kajian akan menjadi dasar berbagai program konkret yakni mulai dari peningkatan layanan kesehatan, perbaikan mutu sekolah, penguatan kapasitas guru, hingga pengembangan tenaga medis.
“Semua diarahkan agar generasi Kaltara tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing dengan provinsi lain maupun di level global,” tutupnya.(*)







