TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Kota Tarakan pada Rabu (5/11/2025) pukul 17.37 WIB.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang,l bersama Pj. Sekretaris Provinsi Kaltara, Bustan, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak pada Kamis (6/11/2025).
Lokasi yang dikunjungi di antaranya rumah warga serta RSUD dr. Jusuf SK yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Dengan langkah cepat ini, pemerintah daerah berharap proses pemulihan pascagempa dapat berjalan lancar dan masyarakat segera kembali beraktivitas seperti biasa.
“Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltara, Pemprov menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta per rumah bagi warga terdampak. Bantuannya disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima,” kata Gubernur Zainal.
“Kami langsung salurkan ke rekening korban, tidak tunai. Rp10 juta untuk satu rumah, dan pendataan mencakup seluruh kategori, mulai rusak ringan, sedang, hingga berat,” sambung dia.
Zainal mengungkapkan, gempa tersebut tidak hanya dirasakan di Tarakan, tetapi juga di wilayah sekitar seperti Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan.
“Saya tahu bahwa di Tarakan, kemudian di Nunukan, Bulungan, tadi malam terjadi guncangan gempa 4,8 magnitudo. Ada beberapa rumah yang terkena, sebagian roboh, meski tidak seluruhnya,” ungkapnya.
Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, Zainal bersyukur tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan sementara, korban terdampak hanya berasal dari Kota Tarakan.
“Syukur tidak ada korban jiwa. Kami tengah mendata seluruh kerugian masyarakat. Kementerian juga sudah hadir untuk melakukan pendataan, dan InsyaAllah akan memberikan bantuan kepada para korban,” ujarnya.
Dijelaskannya, Pemprov Kaltara juga memastikan ketersediaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat digunakan untuk kegiatan penanggulangan darurat, termasuk simulasi kebencanaan bagi masyarakat.
“Pemprov Kaltara memiliki dana BTT yang siap digunakan untuk kegiatan bersifat darurat. Termasuk jika dibutuhkan simulasi gempa bagi masyarakat, kita siap laksanakan,” tutupnya. Zainal.







