TANJUNG SELOR — Bagi sebagian nelayan di pesisir Bulungan, perahu bukan sekadar alat transportasi di laut. Perahu adalah harapan untuk membawa pulang hasil tangkapan, memenuhi kebutuhan keluarga hingga menyekolahkan anak-anak mereka.
Harapan itu kembali menguat ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menyerahkan 15 unit perahu kayu berukuran tujuh meter kepada Kelompok Nelayan Marudung dan Kelompok Nelayan Mandiri Jelarai pada Senin 29 Juni, kemarin.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bulungan, Kilat, didampingi jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan.
Di hadapan para nelayan, Kilat mengingatkan bahwa bantuan itu harus dijaga dan dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Bantuan perahu ini jangan sampai diperjualbelikan. Pemerintah memberikannya agar kesejahteraan nelayan meningkat. Gunakan sebaik-baiknya untuk mencari nafkah dan meningkatkan hasil tangkapan,” kata Kilat.
Selain itu, bantuan sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.
“Aspirasi nelayan yang membutuhkan sarana melaut yang layak menjadi salah satu dasar pemerintah mengalokasikan program tersebut,” ujar dia.
Kilat menegaskan, perahu yang diterima harus dipandang sebagai modal usaha bersama, bukan aset yang dapat diperjualbelikan. Ia berharap keberadaan perahu baru mampu membantu nelayan menjangkau daerah tangkap yang lebih baik sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
“Belum semua nelayan menerima bantuan tahun ini. Karena itu manfaatkanlah dengan baik. Tahun depan akan kami evaluasi. Jangan sampai bantuan dijual, tetapi gunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan yang telah disalurkan. Langkah itu dilakukan agar program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain bantuan perahu, Pemkab Bulungan berkomitmen terus memperkuat sektor perikanan melalui berbagai program lanjutan. Salah satunya adalah rencana bantuan mesin perahu yang akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan mengingatkan para penerima bantuan untuk merawat perahu yang telah diberikan serta melengkapi dokumen usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Kelengkapan administrasi tersebut dinilai penting untuk memudahkan nelayan mengakses berbagai program pemerintah, termasuk rekomendasi bahan bakar bersubsidi.
Bagi para nelayan penerima bantuan, perahu baru itu menjadi angin segar setelah bertahun-tahun menggunakan armada yang mulai lapuk dan kurang aman digunakan melaut. Mereka berharap fasilitas itu dapat meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memberikan rasa aman saat bekerja di laut.
Raut wajah penuh syukur terlihat saat perahu-perahu baru itu diserahkan. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan hanya soal sarana produksi, melainkan juga tentang peluang memperbaiki kehidupan keluarga di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.
Melalui program ini, Pemkab Bulungan berupaya memastikan sektor perikanan tetap menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.(*)







