TANJUNG SELOR — Rektor Universitas Kalimantan Utara (Unikaltar), Dr. Didi Ardiansyah menilai momentum HUT Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap arah pembangunan pendidikan dan SDM daerah menuju Bulungan Emas 2045.
Menurutnya, tantangan utama pendidikan di Bulungan saat ini bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan relevansi terhadap kebutuhan masa depan.
“Kita perlu memperkuat dua hal yakni pemerataan pendidikan digital hingga pelosok dan pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal,” ujar Dr. Didi, Jumat (10/10/2025)
Ia juga menekankan akan pentingnya program seperti “Desa Pintar Desa Digital” sebagai terobosan untuk mempersempit kesenjangan digital antara kota dan desa.
“Kami berharap setiap sekolah, bahkan di daerah terpencil, memiliki akses internet dan laboratorium komputer yang memadai. Itu adalah syarat dasar untuk membentuk SDM unggul di era digital,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Dr. Didi menekankan perlunya perhatian pada kesejahteraan dan peningkatan kapasitas guru.
“Guru adalah kunci. Kita perlu investasi serius dalam pelatihan dan insentif agar guru di pelosok bisa berkembang setara dengan di perkotaan,” tambahnya.
Unikaltar, kata dia, juga mendorong pengembangan program kepemudaan dan wirausaha inovatif, seperti creative hub dan inkubasi bisnis mahasiswa, agar generasi muda tidak hanya mencari kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Kemandirian ekonomi dan inovasi lokal akan lahir dari generasi muda yang berani, terdidik, dan berkarakter. Pendidikan kita harus menuju ke sana,” tegasnya.
Didi menegaskan komitmen Unikaltar untuk terus berkolaborasi dengan Pemkab Bulungan dalam menguatkan riset dan kebijakan berbasis bukti untuk pembangunan SDM unggul.
“Kami ingin pendidikan di Bulungan bukan hanya mencetak lulusan, tapi mencetak pemimpin masa depan yang siap menghadapi era digital dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya daerah,” pungkasnya.(*)













