Piala Gubernur Sulut 2025; Torehan Prestasi Gemilang Atlet Taekwondo Kaltara

MANADO – Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur Sulawesi Utara 2025, yang digelar pada 1–4 Oktober di Manado, secara resmi ditutup oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), di Atrium Megamall, Kawasan Megamas, Sabtu (4/10/25).

Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sulawesi Utara dan diikuti oleh 1.635 peserta dari berbagai daerah, termasuk kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) yang berasal dari klub Dojang EPTA Kaltara.

Pelatih Nasional Taekwondo Kaltara, Sabem Alfius PB, mengungkapkan bahwa dari kompetisi ini, kontingen Kaltara yang mengirimkan empat atletnya berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih empat medali emas.

“Kami mengirimkan empat atlet, dan semuanya berhasil membawa pulang medali emas, yakni Rifky di kelas U49, Casey di kelas U59, Abil di kelas U68, dan Haikal di kelas U51,” ujar Sabem.

Lebih dari itu, kontingen Taekwondo Kaltara juga mencatatkan pencapaian membanggakan dengan menempatkan diri pada peringkat ke-4 sebagai juara umum.

Secara objektif, kontingen Kaltara sebenarnya berhak menduduki posisi juara umum ketiga, mengingat mereka mengumpulkan empat medali emas, sementara tim yang berada di posisi ketiga saat ini hanya meraih tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu. Namun, regulasi yang berlaku menetapkan bahwa perhitungan medali juara umum hanya sah apabila terdapat minimal empat atlet.

Atlet Taekwondo Kaltara peraih medali emas; Rifky di kelas U49, Casey di kelas U59, Abil di kelas U68, dan Haikal di kelas U51.

“Abil bertanding bersama tiga atlet lainnya; meskipun Abil tampil dalam dua pertandingan, aturan minimal empat atlet tetap menjadi syarat utama dalam penentuan juara umum,” jelas Sabem.

Selain medali emas dan penghargaan juara umum, kontingen Kaltara juga menyabet gelar atlet terbaik yang diraih oleh Casey Constantine Algore.

“Kami tidak merasa kecewa, sebab hasil yang dicapai sudah sangat optimal. Target juara umum bukanlah prioritas utama mengingat kontingen lain yang menurunkan puluhan atlet memiliki peluang lebih besar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dojang EPTA Kaltara, Oktovianthinno, menilai bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan merupakan uji mental dan kemampuan menghadapi dua kejuaraan besar berikutnya, yaitu Kejurnas PPLP di Semarang (15–20 Oktober 2025) dan POPNAS di Jakarta (1–10 November 2025).

“Meski hasilnya sempurna, kami tidak ingin cepat berpuas diri. Justru kemenangan ini harus menjadi momentum untuk memotivasi kami berlatih lebih gigih,” tegasnya penuh motivasi