TARAKAN – Tanah longsor terjadi di Jalan Rimba Raya RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Gang samping Bumix, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) Rabu (3/6/2026) pukul 03.00 Wita.
Peristiwa itu dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 02.00 WITA.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari arah tebing sebelum akhirnya diketahui terjadi longsoran tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan warga.
“Material longsor menyebabkan akses transportasi di lokasi sempat terganggu dan tidak dapat dilalui hingga proses pembersihan dilakukan oleh petugas,” kata Irjen Djati.
Kapolda mengatakan, Personel Polres Tarakan, Satbrimob Polda Kaltara bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan dan pengamanan untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ungkapnya.
“Kami bersyukur dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian material. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan atau daerah yang berpotensi mengalami longsor saat curah hujan tinggi,” sambung dia.
Dijelaskannya, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, naterial tanah dan bebatuan juga tidak langsung mengenai permukiman warga.
“Meski demikian, terdapat dua kepala keluarga yang terdampak di sekitar lokasi, masing-masing keluarga Nawi dan Ardianus Sabu yang tinggal di RT 03 Kelurahan Juata Kerikil,” jelas jenderal polisi bintang dua itu.
Ia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan telah mengerahkan dua alat berat, ekskavator dan bulldozer membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Upaya tersebut dilakukan agar akses transportasi warga dapat segera kembali normal.
Kapolda bilang, wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi memiliki tingkat kerawanan longsor yang perlu diwaspadai bersama. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan retakan tanah, pergerakan tebing, maupun tanda-tanda lain yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan setiap potensi bencana. Deteksi dini dan respons cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan,” tutupnya(*).












