BULUNGAN – Di tengah hamparan jagung yang menguning di Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol. Djati Wiyoto Abady bersama Wakapolda, Brigjen Pol. Andries Hermanto turun langsung ke lahan, memetik jagung bersama petani pada Kamis 8 Januari.
Panen Jagung Raya Serentak Kuartal I Tahun 2026 itu menjadi ruang pertemuan antara aparat negara dan kerja sunyi para petani.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady mengungkapkan, panen tersebut dilakukan di lahan seluas lima hektare milik Guntur, salah satu petani setempat yang memiliki potensi hasil sekira lima ton jagung.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang juga berlangsung di Kabupaten Bulungan dan Malinau dengan total luas lahan 5,3 hektare,” kata Irjen Djati.
Kapolda menegaskan, panen raya ini bukan sekadar kegiatan simbolik tetapi sebagai bentuk kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan.
“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar pertanian terus tumbuh dan memberi manfaat langsung bagi petani,” ungkap Irjen Djati.
Mantan Wakapolda Metro Jaya ini menjelaskan, data Januari 2026 mencatat potensi panen jagung di Kaltara mencapai luas lahan 20,685 hektare dengan estimasi produksi sekitar 20 ton.
“Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltaea pada tahun 2025 menunjukkan luas panen jagung mencapai 1.074 hektare dengan produksi jagung tongkol kering panen sebesar 9.510 ton, artinya ada kenaikan produksi Jagung,” jelas Irjen Djati.
“Saya beserta jajaran Polda Kaltara memberikan apresiasi kepada para petani dan kelompok tani yang telah bekerja sejak pengolahan lahan hingga panen,” sambung dia.
Jenderal bintang dua ini berharap Hasil kerja keras petani ini tidak hanya menghasilkan jagung, tetapi juga menjaga keberlanjutan pangan dan ekonomi masyarakat desa.
Ke depan, hasil panen jagung direncanakan akan diserap oleh Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memberi kepastian pasar. Polri, Polda Kaltara, berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar aktivitas pertanian dapat berlangsung aman dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)







