TANJUNG SELOR – sejumlah media nasional menyebutkan pulau Kalimantan memiliki potensi kandungan intan dan berlian terbesar.
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki potensi intan terbesar pertama dan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedua provinsi ini
memiliki cadangan dan potensi pertambangan galian mineral mulia besar dan bakal menjadi pertambangan terbesar di Indonesia.
Terkait informasi itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman meminta OPD terkait untuk segera mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Soal adanya potensi dan cadangan mineral mulia jenis Intan ini belum
Kita ketahui dengan pasti. Tapi, informasi ini pernah disampaikan rekanan saya,” kata Jufri.
“Jika ini benar, dengan cadangan sebesar itu yang infonya lebih besar cadangannya dari Kalsel. Ini akan buat Kaltara bisa makmur,” lanjutnya.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, Provinsi Kalimantan Selatan saat ini menjadi pusat perdagangan Intan. Provinsi itu punya keunikan geologis tersendiri dengan tanah volkanik dari letusan gunung purba, jadi sangat ideal untuk deposit Intan.
Jika di Kaltara lebih besar maka akan menggeser nama besar Kalsel sebagai penghasil Intan di Indonesia. Temuan di Kaltara ini baru sebatas ditemukan melalui citra satelit dan geologi sejarah sifat tanah.
“Untuk itu, Ini masih perlu kajian mendalam seperti seberapa besar cadangan Intan di Kaltara dan berapa karat kandungannya,” ujarnya.
Kalimantan Timur sebelumnya juga ditenukan Intan Majapahit yang memiliki 134 Karat pada tahun 2003 lalu.
“Harus dibuktikan dengan kajian-kajian ilmiah, dan kita membutuhkan Badan Geologi Kementerian ESDM langsung turun ke Kaltara,” tegasnya.
“Kita lihat saja kedepannya seperti apa, dan apakah bisa dimanfaatkan atau bisa saja mineral mulia nya masih muda, yang pasti ini anugerah dan harus bisa bermanfaat serta mensejahterakan masyarakat di Kalimantan Utara,” tutupnya.(*)








