NUNUKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang menargertkan desa-desa di Kaltara, sudah 100 persen menikmati listrik pada 2030 mendatang.
“Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen untuk menghadirkan energi listrik ke desa-desa yang selama ini masih hidup dalam keterbatasan,” kata Gubernur Zainal didampingi Kepala Dinas ESDM, Yosua Batara Payangan dan Wakil Ketua I DPRD Kaltara Muhammad Nasir saat meresmikan Sosialisasi Program “Kaltara Terang di Perbatasan Negeri” di Desa Sembakung Atap, Kabupaten Nunukan, Minggu (14/9/2025).
Sejumlah langkah strategis pun telah disiapkan, mulai dari program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk rumah tangga miskin, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di beberapa desa, hingga pembukaan layanan PLN baru di 19 titik perbatasan.
“Hingga saat ini tercatat masih ada 80 desa di perbatasan dan 35 desa prioritas yang belum teraliri listrik,” ungkap Zainal.
“Program Kaltara terang ini targetkan, 100 persen desa di Kaltara sudah menikmati listrik pada 2030. Cahaya lampu bukan hanya soal penerangan, tapi juga cahaya harapan bagi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” tambah dia.
Selain itu, program Kaltara Terang juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sejumlah perusahaan energi juga akan membantu penyediaan mesin jahit listrik untuk pelaku UMKM di Desa Linsayung, sehingga produk rotan dan kulit dari warga memiliki daya saing lebih tinggi,” ujarnya.
Selain fokus pada penerangan, lanjut Gubernur, Pemprov Kaltara juga melanjutkan pembangunan desa di sektor lain, seperti pembangunan jembatan Desa Tagul, bantuan mesin alkon untuk mitigasi banjir di Desa Atap, hingga pembangunan rumah adat dan fasilitas kepemudaan.
“Ini bukan hanya tentang terang lampu, tetapi juga terang kehidupan dan masa depan. Karena itu saya mengajak seluruh pihak seperti pemerintah pusat, PLN, dunia usaha, hingga masyarakat untuk bergandeng tangan mewujudkannya,” tutupnya.(*)







