NUNUKAN – Masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluhkan soal distribusi gas elpiji 3 Kilogram (Kg). Persoalan tersebut, disampaikan saat reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Arming di Nunukan beberapa waktu.
Warga mengaku kesulitan untuk memperoleh gas subsidi tersebut, yang berimbas pada kegiatan sehari-hari mereka.
Arming berjanji untuk mengangkat isu ini dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, dengan harapan agar distribusi gas elpiji 3 Kg dapat tepat sasaran dan tidak lagi mengganggu kebutuhan masyarakat.
“Kami akan meminta kepada OPD terkait untuk memaksimalkan distribusi gas elpiji 3 Kg, agar bisa tepat sasaran dan tidak meresahkan masyarakat,” ungkap Arming, Jumat (6/12/2024).
Legislator PDI Perjuangan ini mengatakan, keluhan terkait masalah gas elpiji ini juga muncul di sejumlah titik lain selama kegiatan reses, yang menunjukkan bahwa ini adalah isu yang perlu mendapat perhatian khusus.
Arming menegaskan bahwa melalui reses ini, setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nunukan.
Ia berkomitmen untuk menyampaikan masalah masyarakat ini kepada pemerintah daerah setempat.
“Kita akan bantu mencarikan solusi yang lebih baik dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat langsung bagi warga,” kata Arming.
“Distribusi gas elpiji adalah masalah yang krusial dan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Kami akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan agar memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini,” lanjutnya.
Arming menambahkan, diharapkan aspirasi masyarakat ini tidak hanya menjadi suara tanpa tindak lanjut.
“Harus ada kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nunukan ke depannya,” tutupnya. (*)
