TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), H Hamka, mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dapat merealisasikan belanja daerah tahun anggaran 2025, bisa lebih optimal lagi. Pasalnya, hingga memasuki akhir tahun 2024 ini, realisasi APBD Kaltara masih belum memuaskan.
“Kita berharap realisasi belanja daerah tahun depan (2025) lebih optimal lagi,” tegas Hamka, beberapa waktu lalu.
Menurut Hamka, upaya ini untuk memastikan pengelolaan anggaran daerah bisa efisiensi dan efektivitas dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kaltara.
“Pemprov harus mampu mencapai realisasi belanja lebih optimal lagi pada 2025 mendatang,” kata legislator PDI Perjuangan asal Bulungan ini.
“Saya melihat belanja daerah mengalami kelesuan pada triwulan pertama dan terakumulasi pada akhir tahun anggaran. Sehingga terkesan lamban. Jadi, saya berharap situasi ini dapat dihindari di masa depan,” lanjutnya.
Dijelaskannya, belanja daerah yang ideal seharusnya mencapai 15 persen pada triwulan I, kemudian 40 persen pada triwulan II, 60 persen pada triwulan III, dan 90 persen pada triwulan IV. Namun, situasi lapangan menunjukkan bahwa target tersebut masih belum tercapai.
“langkah yang efektif, pelaksanaan belanja daerah tidak lagi ditunda hingga akhir tahun. ini untuk meningkatkan kontribusi belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi lebih optimal. Realisasi belanja yang optimal harus jadi perhatian utama setiap OPD. Yang terpenting, memantau progres fisik dan keuangan setiap triwulan,” tutup hamka.(*)
