NUNUKAN — Wakapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Yusuf meninjau lokasi tanah hibah untuk pembangunan Kantor Polairud di Kabupaten Nunukan, Minggu (24/5/2026).
Kunjungan kerja itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan dan perbatasan, sekaligus meningkatkan fasilitas penunjang operasional kepolisian di wilayah perbatasan negara.
“Nunukan merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kehadiran fasilitas Polairud yang representatif menjadi kebutuhan untuk mendukung pengawasan dan pengamanan wilayah perairan,” kata Yusuf didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltara, di antaranya Kabid Propam Kombes Pol Karishadi Permadi, Karo Log Kombes Pol Herman Priyanto, Dir Narkoba Kombes Pol Hamid Andri Soemantri, serta Dir Binmas Kombes Pol Tri Handako Wijaya Putra.
Wakapolda bilang, agenda utama kunjungan itu meninjau lokasi tanah hibah di kawasan pesisir Jalan Mansapa, Kelurahan Nunukan Selatan. Lahan itu direncanakan menjadi lokasi pembangunan Kantor Polairud Nunukan.
“Kami ingin memastikan kesiapan lahan hibah ini benar-benar sesuai dan dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan kantor yang nantinya menunjang tugas personel di lapangan,” ujarnya.
Yusuf menjelaskan, pembangunan kantor Polairud diproyeksikan mendukung efektivitas operasional Kepolisian Perairan, khususnya dalam pengawasan wilayah perairan dan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Keberadaan Kantor Polairud di Nunukan diharapkan mampu memperkuat respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun aktivitas ilegal di jalur perairan perbatasan,” katanya.
Selain meninjau lahan, Wakapolda juga memantau kesiapan dan kondisi personel yang bertugas di wilayah hukum Polres Nunukan.
“Personel yang bertugas di wilayah perbatasan juga membutuhkan dukungan sarana dan fasilitas yang memadai agar pelaksanaan tugas berjalan lebih optimal,” ungkap Wakapolda.
“Polda Kaltara berkomitmen terus meningkatkan kesiapan pengamanan di wilayah perairan, terutama daerah yang menjadi jalur strategis aktivitas masyarakat dan lintas batas negara,” pungkasnya.(*)













