TARAKAN – Anggota DPR RI Komisi VII, Hj Rahmawati Zainal, memanfaatkan masa reses dengan mengunjungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil tambak dan perikanan laut di kawasan Beringin 4, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), pekan tadi.
Kunjungan itu dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat langsung potensi besar sektor perikanan yang menjadi salah satu andalan daerah.
Dalam dialog bersama pelaku UMKM, Rahmawati mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari akses pasar, biaya logistik, hingga jalur distribusi hasil perikanan yang dinilai masih belum efisien.
“Saya ingin memastikan suara para nelayan, pembudidaya dan pelaku UMKM benar-benar sampai ke tingkat pengambil kebijakan. Karena itu, masa reses ini saya manfaatkan untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan mereka,” kata Rahmawati, Jumat (31/7/2026)
Legislator daerah pemilihan Kaltara itu bilang, salah satu hal yang akan terus diperjuangkannya yakni membuka peluang agar ekspor udang dari Tarakan dapat dilakukan langsung ke negara tujuan di kawasan Timur Tengah tanpa harus melalui daerah lain atau Negara Tetangga seperti Malaysia.
“Potensi udang dan hasil perikanan Kaltara sangat besar. Yang perlu kita perjuangkan sekarang adalah membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk mendorong ekspor langsung dari Tarakan ke negara-negara di Timur Tengah,” kata politisi Gerindra itu.
Ia menilai jalur ekspor langsung akan memangkas rantai distribusi sehingga biaya logistik menjadi lebih efisien.
Dampaknya, nilai jual produk meningkat, daya saing semakin kuat dan manfaat ekonomi lebih besar dirasakan nelayan maupun pelaku UMKM.
“Jika ekspor bisa dilakukan langsung tanpa harus lewat Kuala Lumpur (Malaysia), rantai distribusi akan lebih pendek, biaya logistik lebih efisien,dan nilai jual produk dapat meningkat. Pada akhirnya, kesejahteraan nelayan dan pelaku UMKM juga akan ikut terangkat,” ungkapnya.
Rahmawati menegaskan akan terus mengawal aspirasi tersebut di DPR RI agar mendapat dukungan pemerintah melalui penguatan infrastruktur logistik, kemudahan regulasi dan pembukaan akses pasar ekspor bagi komoditas unggulan Bumi Benuanta.
“Harapan saya, produk unggulan Kaltara tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi mampu menembus pasar dunia yang membawa kebanggaan bagi daerah, sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.(*)







