TANJUNG SELOR – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) mematangkan persiapan pengeboran Sumur Eksplorasi Tingkilan-01 di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Proyek yang dijadwalkan mulai ditajak pada Agustus 2026 itu menjadi bagian dari upaya mencari tambahan cadangan gas bumi guna mendukung kebutuhan energi kawasan industri strategis di Bumi Benuanta.
Senior Geoscientist Exploration Region 3 PHE LPB, Yordi Nugrahadi mengungkapkan, pengeboran Tingkilan-01 bertujuan membuktikan keberadaan hidrokarbon pada target reservoir karbonat Formasi Menumbar yang berada di Wilayah Kerja (WK) Maratua.
“Sumur Tingkilan-01 dirancang untuk memverifikasi keberadaan hidrokarbon pada reservoir karbonat Miosen Akhir Formasi Menumbar yang selama ini dianalogikan dengan beberapa sumur eksplorasi di sekitarnya,” kata Yorgi saat sosialisasi Rencana Pengeboran Sumur Eksplorasi Tingkilan-01 (RKAP 2026) di Tanjung Selor, Rabu (22/7) kemarin.
“Hasil eksplorasi ini diharapkan dapat mendukung produksi gas di Kalimantan Utara, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI),” sambung dia.
Yordi menjelaskan, target utama pengeboran adalah reservoir karbonat Formasi Menumbar yang diperkirakan menyimpan potensi gas cukup besar. Berdasarkan hasil kajian geologi dan data seismik, prospek Tingkilan-01 diproyeksikan memiliki sumber daya sekitar 49,35 juta barel setara minyak (MMBOE) atau sekitar 276,93 miliar kaki kubik gas (BCFG) pada skenario P50.
“Pengeboran ini bukan hanya untuk membuktikan potensi migas, tetapi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan jangka panjang Wilayah Kerja Maratua, termasuk mendukung pengembangan Deep Sembakung dan South East Sembakung pada 2027,” ungkapnya.
Dijelaskannya, lokasi pengeboran berada di area perkebunan PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP) di Desa Mangkupadi. Titik sumur dipilih di tengah kawasan perkebunan dan tidak berada di area permukiman sehingga diharapkan meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
“Hingga pertengahan Juli 2026, progres persiapan proyek telah mencapai sekitar 82 persen. PHE LPB menargetkan tajak sumur dilaksanakan pada 25 Agustus 2026, sementara SKK Migas mengusulkan percepatan pelaksanaan pada 17 Agustus 2026,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan eksplorasi juga disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltara, Denny Harianto melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Sapi’i menegaskan pemerintah daerah mengapresiasi langkah PHE LPB yang menggelar sosialisasi sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada pemerintah dan masyarakat sebelum kegiatan pengeboran dimulai.
“Pemprov mengapresiasi langkah PHE Lepas Pantai Bunyu yang menginisiasi sosialisasi ini sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan eksplorasi,” kata Sapi’i.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap kegiatan eksplorasi migas yang akan dilaksanakan.
“Langkah ini merupakan wujud komitmen untuk membangun komunikasi yang baik, transparan, dan partisipatif dalam setiap tahapan kegiatan eksplorasi migas,” tegasnya.
Sapi’i bilang sektor minyak dan gas bumi masih memegang peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kaltara harus dikelola secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan Pemprov Kaltara mendukung kegiatan eksplorasi yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.
“Kami mendukung kegiatan eksplorasi migas yang dilaksanakan sesuai regulasi dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghormati hak-hak masyarakat di sekitar wilayah operasi,” pungkasnya.(*)













