TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan langkah besar untuk mengubah wajah perekonomian daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang), Pelabuhan Mansapa di Nunukan direncanakan menjadi pusat hilirisasi ekspor komoditas unggulan, khususnya rumput laut.
Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Litbang Kaltara, Dian Suryanata, menyebut hilirisasi ini tidak hanya akan memperkuat daya saing ekspor, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru di sektor pengolahan hasil laut.
“Kalau pelabuhan ekspor resmi berfungsi optimal, masyarakat tidak hanya menjual rumput laut mentah, tetapi bisa menikmati nilai tambah dari proses pengolahan sebelum diekspor,” jelasnya, Kamis (2/10/2025).
Dijelaskannya, slama ini sebagian besar hasil rumput laut Kaltara diekspor lewat Makassar dan Surabaya. Akibatnya, nilai ekspor tidak tercatat langsung untuk Kaltara.
“Dengan adanya pelabuhan ekspor resmi, pemerintah optimistis kontribusi sektor kelautan terhadap PAD akan meningkat signifikan,” kata Dian.
“Selain PAD naik, masyarakat juga bisa merasakan keuntungan lebih besar karena hasil olahan memiliki harga jual lebih tinggi,” tambah dia.
Menurutnya, rencana besar ini diperkirakan menelan biaya tinggi. Untuk itu, Pemprov tidak hanya mengandalkan APBD, melainkan juga menyiapkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) agar pembangunan bisa lebih cepat terealisasi.
“Kalau di bawah Rp50 miliar bisa saja APBD. Tapi kalau lebih besar, tentu perlu dukungan investor,” tegasnya.
Dian menambahkan, pengembangan Pelabuhan Mansapa sudah masuk dalam RPJMD 2025–2029. Pemerintah menargetkan dalam lima tahun ke depan pelabuhan ini benar-benar siap melayani ekspor langsung dari Nunukan.
“Kami di Bappeda Litbang fokus pada perencanaan, sementara perangkat teknis lain menyiapkan langkah lapangan,” ujarnya.
Selain memperkuat daya saing Kaltara di pasar global, pelabuhan ekspor ini juga diyakini mampu membuka banyak lapangan kerja baru, terutama di bidang pengolahan rumput laut.
“Intinya, kita tidak ingin masyarakat hanya jadi penjual bahan mentah. Dengan hilirisasi, masyarakat lebih sejahtera dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” tutup Dian.(*)







