TANJUNG SELOR — Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan bangsa di tengah perkembangan zaman dan tantangan sosial yang terus berubah.
Hal itu disampaikan Kapolda saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Apel Mapolda Kaltara, Rabu (20/5/2026) pagi.
Irjen Djati bilang, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, memiliki makna strategis karena generasi muda menjadi penentu arah Indonesia pada masa mendatang.
“Generasi muda adalah aset utama bangsa. Kalau tunas bangsa tidak dijaga, maka kita akan menghadapi tantangan besar di masa depan. Karena itu seluruh elemen harus memiliki kepedulian terhadap pembinaan generasi muda,” kata Irjen Djati.
Kapolda mengungkapkan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga ancaman sosial yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
“Kita menghadapi era yang sangat terbuka. Pengaruh negatif bisa masuk dengan cepat, mulai dari narkoba, kriminalitas, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Ini yang harus diantisipasi bersama,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Polri memiliki tanggung jawab tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat, khususnya anak muda, mendapatkan lingkungan yang aman untuk berkembang.
“Keamanan bukan hanya soal penegakan hukum. Keamanan juga berarti bagaimana generasi muda bisa tumbuh dengan baik, memiliki rasa nasionalisme, dan tidak terpengaruh hal-hal yang merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Djati juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, terutama di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara.
“Persatuan harus terus dijaga. Semangat kebangkitan nasional mengajarkan bahwa bangsa ini bisa kuat karena bersatu. Itu yang harus terus dipertahankan sampai sekarang,” ujarnya.
Ia berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan masa depan bangsa.
“Kalau generasi mudanya kuat, maka bangsanya juga akan kuat. Itu yang harus menjadi tanggung jawab bersama,” tutupnya.(*)













