TANJUNG SELOR – Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan di Kalimantan Utara (Kaltara), semangat saling menghormati dan menjaga persaudaraan itu terus menjadi kekuatan utama masyarakat Bumi Benuanta.
Nilai-nilai itulah yang mengantarkan Provinsi ke-34 kembali mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia. Bahkan, di Pulau Kalimantan, Kaltara masih menjadi provinsi dengan indeks kerukunan tertinggi.
Capaian itu disampaikan dalam audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Utara dengan Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, di Ruang Rapat Kerja Gubernur, Kamis (4/6/2026) pekan lalu.
Pelaksana Tugas Ketua FKUB Kaltara, Wiyono Adie menjelaskan, capaian ini merupakan hasil konsistensi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga hubungan yang harmonis antarumat beragama.
“Kaltara tidak hanya mampu mempertahankan posisi di papan atas nasional, tetapi juga menjadi provinsi paling rukun di Kalimantan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Wiyono.
Ia menjelaskan, kerukunan yang terbangun itu terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat, melainkan bagian dari keberagaman yang dirawat bersama. Berbagai kegiatan sosial, dialog lintas agama, hingga kolaborasi dalam pembangunan daerah menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan,” jelasnya.
Sementara itu Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menegaskan, keberhasilan itu bukan sekadar angka dalam sebuah indeks tapi ada kerja bersama, dialog yang terus dijaga dan komitmen masyarakat yang memilih merawat persaudaraan di atas segala perbedaan.
“Ini prestasi yang membanggakan. Terima kasih kepada seluruh pengurus FKUB dan tokoh agama yang selama ini terus menjaga kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat,” tegas Zainal.
Gubernur Zainal berharap semangat tersebut terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Ia menilai kerukunan merupakan modal penting bagi pembangunan, sekaligus fondasi untuk menciptakan daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera.
“Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang ini, pemerintah daerah bersama FKUB berkomitmen memperkuat komunikasi dan memperluas ruang dialog agar potensi gesekan dapat dicegah sejak dini,” ujar dia.
Zainal bilang bagi masyarakat Kaltara, kerukunan bukan hanya capaian yang harus dipertahankan, melainkan nilai yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Dari keberagaman itulah tumbuh kekuatan yang membuat Kaltara tetap damai dan harmonis hingga hari ini,” tutupnya.(*)













