NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) melaporkan banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan hingga Selasa (6/1/2026) siang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Nunukan, Asmar mengungkapkan, ratusan rumah warga serta fasilitas umum terdampak akibat meluapnya sungai di beberapa kecamatan.
“Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Nunukan pukul 12.00 WITA, kondisi cuaca terpantau cerah berawan dengan suhu 29 derajat Celsius. Kecepatan angin tercatat 4,1 kilometer per jam dari arah barat, dengan kelembapan udara 71 persen. Sementara itu, cuaca maritim di perairan Kalimantan Utara berada pada kategori gelombang sedang dengan tinggi 1,25 hingga 2,40 meter, disertai peringatan waspada angin kencang,” ungkap Asmar.
“Selain itu, BPBD mencatat banjir melanda wilayah yang dipantau delapan pos BPBD kecamatan,” sambung dia.
Seperti di Kecamatan Sembakung, banjir merendam Desa Atap sebanyak 93 rumah dengan 136 kepala keluarga atau 458 jiwa terdampak. Desa Tagul tercatat empat rumah dengan lima kepala keluarga, Desa Manuk Bungkul empat rumah lima kepala keluarga, Desa Lubakan empat rumah empat kepala keluarga, serta Desa Tujung lima rumah dengan delapan kepala keluarga, sebagian di antaranya melakukan relokasi mandiri.
“Di Kecamatan Lumbis, banjir berdampak pada Desa Lubok Buat dengan 18 kepala keluarga terdampak, Desa Katul tiga kepala keluarga, serta Desa Liuk Bulu dan Desa Binanun dengan sekitar 300 unit rumah terendam,” jelasnya.
Sementara itu, di Kecamatan Sebuku, tinggi muka air Sungai Sebuku terpantau terus naik dan telah memasuki permukiman warga Desa Kunyit akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Ia menambahkan, selain rumah warga, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum, di antaranya Pos Damkar Sembakung, Balai Pertemuan Umum, GOR Sembakung, sejumlah sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA, kantor KUA, kantor PLN, Koramil Sembakung, kantor pertanian, puskesmas pembantu, posyandu, rumah ibadah, serta fasilitas pendidikan lainnya.
“BPBD Nunukan mencatat tinggi muka air Sungai Sembakung di Desa Atap mencapai 4,40 meter atau naik dari sebelumnya 4,35 meter. Sementara tinggi muka air Sungai Lumbis di Desa Mansalong tercatat 8,6 meter, mengalami penurunan dari sebelumnya 9,0 meter. Hingga saat ini, peringatan dini cuaca dari BMKG nihil, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan tinggi muka air Sungai Sembakung,” imbuhnya.
Dalam penanganan bencana, Pusdalops BPBD Nunukan terus melakukan pemantauan dan analisis data kebencanaan dari pos-pos BPBD kecamatan, memonitor kondisi cuaca melalui BMKG, serta melaksanakan pelaporan rutin ke BPBD Provinsi Kalimantan Utara dan BNPB. Petugas juga disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Kita akan terus melakukan monitoring wilayah terdampak serta mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas,” tutupnya.(*)







