KOTA TANJUNG SELOR beberapa hari terakhir mendadak ramai. Bukan karena konser musik, bukan pula karena festival budaya.
Kali ini yang menjadi pusat perhatian adalah sosok pocong yang konon muncul di beberapa lokasi dan berhasil membuat warga, netizen, hingga berbagai pihak ikut sibuk membahasnya.
Kalau dipikir-pikir, kegiatan yang dilakukan sang pocong ini sebenarnya cukup berani. Muncul di ruang publik, mengumpulkan perhatian masyarakat, menjadi bahan perbincangan satu daerah, bahkan viral di media sosial. Pertanyaannya, apakah yang bersangkutan sudah mengantongi izin keramaian?
Sebab, dampaknya luar biasa. Warung kopi penuh diskusi. Grup WhatsApp aktif 24 jam. Netizen berubah menjadi tim forensik digital. Video diperbesar, diperlambat, diperjelas, lalu diperdebatkan kembali.
Hasilnya tetap sama, belum ada yang benar-benar tahu apakah itu pocong, manusia, atau sekadar benda yang tertangkap kamera dari sudut yang tidak biasa.
Padahal pengalaman di berbagai daerah menunjukkan banyak kasus pocong yang akhirnya berhasil diungkap. Ada yang ternyata ulah orang iseng, ada yang membuat konten demi mengejar perhatian di media sosial, bahkan ada yang sengaja menakut-nakuti warga.
Saat terungkap, sosok misterius itu sering kali berubah menjadi manusia biasa yang harus menjelaskan aksinya kepada masyarakat.
Menariknya, belakangan kabar kemunculan pocong itu mulai mereda. Mungkin sang pocong kini memilih beristirahat. Bisa jadi ia sadar dirinya sudah terlanjur viral. Sebab begitu namanya menjadi perbincangan publik, ruang geraknya semakin sempit. Ke mana pun muncul, warga sudah siap dengan kamera dan netizen siap membuat analisis yang panjangnya mengalahkan skripsi.
Bahkan ada kemungkinan sang pocong sedang menunggu situasi reda. Maklum, menjadi terkenal ternyata tidak selalu menyenangkan. Sekali viral, setiap gerakan diperhatikan. Berdiri beberapa detik bisa menjadi bahan diskusi berhari-hari.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai rasa penasaran lebih cepat daripada upaya mencari fakta.
Sampai hari ini, identitas sang pocong masih menjadi misteri. Namun satu hal yang pasti, popularitasnya sudah melampaui banyak tokoh publik. Sekali muncul, satu kota heboh. Warga penasaran. Netizen berjaga di kolom komentar.
Dan jika hingga kini pocong itu tak lagi menampakkan diri, mungkin bukan karena menghilang secara gaib. Bisa jadi ia sedang menikmati masa pensiun dini setelah sukses menjadi topik paling ramai di Tanjung Selor. Lagi pula, setelah viral sebesar ini, mungkin sang pocong merasa target popularitasnya sudah tercapai.
Sebab di era media sosial, yang paling cepat menyebar bukan selalu fakta, melainkan rasa penasaran. Dan selama itu masih terjadi, selalu akan ada “pocong-pocong” baru yang siap mengisi linimasa kita.(*)













