TANJUNG SELOR – Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa mengunjungi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis 19 Maret.
Kunjungan bersifat audiensi ini diterima langsung oleh Kapolda Kaltara Irjen Hary Sudwijanto di ruang kerjanya pada Kamis 19 Maret.
Presiden MADN, Marthin Billa menyampaikan program kerja MADN kepada Kapolda salah satunya menjalin sinergi dengan pemerintah serta aparat keamanan TNI-Polri untuk mendukung pembangunan nasional di Kaltara.
“MADN menyatakan kesiapannya untuk bermitra dalam menciptakan dan menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kaltara,” kata Marthin Billa yang juga menjabat anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesi (DPD RI).
Selain itu, audiensi ini juga membahas aspirasi masyarakat terkait perilaku pengendara kendaraan bermotor yang tidak tertib di jalan, yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta memicu konflik di antara pengguna jalan.
“Seperti banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan sehingga mengganggu lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.
MADN bersama jajaran Polda Kaltara juga membahas tentang peluang rekrutmen Polri bagi putra daerah, khususnya melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol).
“Diharapkan rekrutmen ini lebih memperhatikan putra daerah, ini akan kita koordinasikan juga dengan Gubernur Kaltara,” ujar Marthin Billa.
“Ini untuk meningkatkan kualitas calon anggota Polri dari daerah, Program pembinaan khusus akan menjadi agenda utama guna mempersiapkan calon yang lebih kompetitif dalam seleksi kepolisian,” tambah dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Tarakan, Norhayati Andris, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Kaltara, khususnya Kapolda Kaltara, atas banyaknya putra daerah yang telah diterima sebagai bintara Polri.
Menanggapi hal itu, Kapolda Kaltara, Irjen Hary Sudwijanto menjelaskan, masalah lalu lintas, termasuk jumlah dan tingkat fatalitas kecelakaan di Kaltara, telah menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, Polda Kaltara telah mengambil langkah pencegahan melalui edukasi sejak tingkat sekolah, masyarakat, hingga komunitas. Selain itu, Kapolda juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan parkir liar di bahu jalan.
“Terkait rekrutmen Polri bagi putra daerah, Karo sdm Polda Kaltara telah mengkaji usulan ini dan akan meneruskannya kepada Mabes Polri, prinsip local boy for local job sangat relevan guna meningkatkan representasi putra daerah dalam kepolisian, khususnya di wilayah pedalaman,” kata Irjen Hary.
“Meskipun kuota penerimaan anggota Polri mengalami penurunan secara nasional, tetap akan diusulkan penambahan kuota penerimaan untuk Kaltara baik untuk Bintara maupun Akpol,” tambah dia.
Kapolda juga berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah agar mengalokasikan beasiswa atau program pelatihan khusus guna meningkatkan kesiapan putra daerah dalam menghadapi seleksi.
“Pemerintah daerah bisa berperan aktif meningkatkan kualitas putra daerah yang bercita-cita menjadi anggota Polri.,” tegasnya.
Kapolda menambahkan, salah satu langkah yang diusulkan yakni program pembinaan ini jadi ekstrakurikuler di tingkat SMA. agar sejak dini calon peserta didik dapat dipersiapkan dengan baik untuk memasuki sekolah kedinasan atau mengikuti seleksi anggota TNI-Polri.
“Dengan adanya audiensi ini, diharapkan sinergi antara MADN, pemerintah daerah, dan Polda Kaltara dapat semakin erat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di Kalimantan Utara,” tutupnya.(*)







