TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pembangunan daerah melalui dukungan riset dan penelitian. Setiap tahunnya, Pemprov Kaltara mengalokasikan anggaran hingga Rp 2–3 miliar khusus untuk kajian strategis yang menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Bertius, mengungkapkan bahwa riset merupakan langkah penting untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Kewenangan Bappeda-Litbang selain menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), juga bertugas dalam pengembangan penelitian dengan mengawal roadmap penelitian menjadi riset dan inovasi daerah,” ungkap Bertius, Selasa (9/8/2025).
Ia menjelaskan, anggaran setiap penelitian tidak sama, tergantung pada ruang lingkup dan kebutuhan kajian.
“Kadang ada yang Rp 500 juta atau lebih. Tetapi totalnya setiap tahun bisa mencapai Rp 2–3 miliar hanya untuk riset dan penelitian,” ujarnya.
Ia menegaskan, berdasarkan hasil penyusunan RPJMD tahun 2025–2029, Pemprov Kaltara menaruh perhatian khusus pada peningkatan indeks pembangunan manusia, daya saing daerah, kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan, serta ketahanan ekologi.
“seperti, kita melakukan riset tentang penanganan kemiskinan. Jadi harus menyusun roadmap terlebih dahulu, menentukan siapa saja yang terlibat, metode apa yang digunakan, serta bagaimana solusi yang ditawarkan,” tegasnya.
“untuk itu penyusunan roadmap penelitian sangat dibutuhkan agar riset benar-benar tepat sasaran dan anggaran yang dikeluarkan dapat memberi manfaat maksimal bagi pembangunan daerah,” tutupnya.(*)
