TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menunda pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati yang terbakar beberapa waktu lalu.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pemerintah memilih memprioritaskan anggaran untuk program yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan terkait pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati. Apalagi, pemerintah masih menyusun skala prioritas penggunaan anggaran daerah.
“Masih banyak kebutuhan publik yang harus kita dahulukan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat. Anggaran daerah harus digunakan secara bijak sesuai skala prioritas,” tegas Syarwani, Kamis (6/8/2026).
Syarwani bilang, sebelum menentukan langkah pembangunan, pemerintah akan melakukan kajian teknis terhadap kondisi struktur bangunan pascakebakaran. Hasil kajian itu akan menjadi dasar untuk menentukan apakah gedung cukup direnovasi atau harus dibangun ulang.
“Harus ada kajian terhadap struktur bangunannya, apakah cukup direnovasi atau memang harus dibangun ulang. Setelah itu baru dihitung kebutuhan anggarannya agar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Selama gedung utama belum dapat digunakan, aktivitas pemerintahan tetap berjalan dengan memanfaatkan sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD). Bupati dan jajaran secara bergantian berkantor di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.
Syarwani mengungkapkan, pola kerja itu tidak mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, berkantor di sejumlah OPD juga membuat koordinasi dengan perangkat daerah menjadi lebih efektif.
“Dengan berkantor berpindah-pindah seperti ini, saya bisa lebih dekat dengan perangkat daerah. Komunikasi menjadi lebih intens sehingga berbagai persoalan bisa lebih cepat dibahas dan diselesaikan,” ungkapnya.
Ia pun memastikan seluruh perangkat daerah tetap diminta memberikan pelayanan secara optimal.
“Ini dilakukan sambil menunggu keputusan pemerintah terkait rencana pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati Bulungan,” tutupnya.(*)













