TANJUNG SELOR – Peristiwa Kecelakaan kerja di area operasional PT Kayan Patria Pratama (KPP), tepatnya di Km 3 Camp 69, Desa Nahaya, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menelan korban jiwa, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Korban diketahui bernama Agustinus (56), pekerja yang bertugas sebagai pembantu scaller. Ia meninggal dunia usai mengalami insiden saat aktivitas holing atau pemindahan kayu dari Km 3 menuju Camp 67.
Kapolsek Peso, Ipda Dwi Hadi P saat di Konfirmasi membenarkan kejadian itu. Dari hasil peneriksaan dilokasi kejadian dan keterangan saksi, kegiatan kerja dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Sekitar pukul 09.30 Wita, operator logging bernama Saparudin mendapat giliran memuat kayu menggunakan truk.
“Sebelum memundurkan kendaraan, operator disebut telah melakukan pengecekan di area belakang untuk memastikan situasi aman. Saat itu terdapat dua pekerja, yakni Ariel Sulo Poting dan Agustinus, yang berada di sekitar kendaraan,” kata Ipda Dwi Hadi.
Setelah memastikan keduanya berada di luar jalur kendaraan, operator membunyikan klakson sebagai tanda kendaraan akan bergerak mundur. Namun, sekitar 20 meter kendaraan berjalan mundur, operator mendengar teriakan dari rekannya agar segera menghentikan kendaraan.
“Operator kemudian menghentikan truk dan turun melakukan pengecekan. Saat itulah korban ditemukan dalam kondisi terbaring di belakang kendaraan,” ungkap Kapolsek.
“Korban langsung dievakuasi rekan kerja menuju Camp 67 untuk mendapat penanganan awal. Tim medis yang tiba sekitar pukul 10.15 Wita kemudian membawa korban menggunakan speed boat menuju rumah sakit di Tanjung Selor,” sambung dia.
Ipda Dwi mengungkapkan, dalam perjalanan tim kesehatan perusahaan mendapati korban sudah tidak menunjukkan denyut nadi. Dan Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.45 Wita.
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman apakah ini ada kelalaian atau murni kecelakaan kerja. Operator masih berstatus saksi dan tidak ditahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jenazah korban saat ini masih berada di rumah sakit dr RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo di Tanjung Selor sambil menunggu kedatangan keluarga.
“Rencananya, korban akan dipulangkan dan disemayamkan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel),” tutupnya.(*)













