MALINAU – Kepedulian terhadap para santri Pondok Pesantren Al Khairat Putra Malinau yang terdampak musibah kebakaran terus mengalir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau menyalurkan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri selama masa pemulihan.
Bantuan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Malinau, Rabu (4/11/2026).
Ernes menjelaskan, bantuan yang disalurkan PMI merupakan hasil penggalangan dana dan pengumpulan barang oleh para relawan PMI bersama Palang Merah Remaja (PMR).
Bantuan tersebut berupa uang tunai sekitar Rp18 juta, pakaian layak pakai khusus pria, serta Al-Qur’an untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri setelah asrama mereka dilanda kebakaran.
“Kami dari PMI Kabupaten Malinau telah menyerahkan bantuan berupa dana yang terkumpul sekitar Rp18 juta, pakaian layak pakai, serta Al-Qur’an. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Ernes.
Selain bantuan dari PMI, Pemkab Malinau melalui instansi yang membidangi ketahanan pangan juga telah menyalurkan 1,8 ton beras yang bersumber dari cadangan pangan pemerintah daerah.
Ernes berharap bantuan itu dapat meringankan beban pengurus pesantren dan para santri, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan.
“Kita berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban pengurus pondok pesantren dan anak-anak santri. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi setelah musibah yang terjadi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah daerah tidak hanya menyasar kebutuhan material. Pemkab Malinau juga merencanakan pendampingan psikologis bagi anak-anak, khususnya santri usia kecil yang mengalami trauma akibat peristiwa kebakaran.
“Program pendampingan akan melibatkan pihak terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para santri,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dukungan yang diberikan berbagai pihak dapat membantu mempercepat pemulihan pesantren, sehingga aktivitas pendidikan dan kehidupan para santri dapat kembali berjalan dengan baik.
Di sisi lain, Pemkab Malinau juga berharap pembangunan kembali asrama putra yang terbakar dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, para santri dapat kembali menempati tempat tinggal yang layak dan aman untuk melanjutkan pendidikan.
Bagi para santri, pemulihan pascakebakaran bukan hanya soal tersedianya kembali bangunan asrama, tetapi juga memastikan kebutuhan hidup, kenyamanan, dan keberlangsungan pendidikan mereka tetap terjaga. (adv)












