TARAKAN – Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, terutama di wilayah perbatasan. Karena itu, pembinaan pemuda perlu dilakukan agar mereka tumbuh dengan kedisiplinan, kepedulian sosial dan semangat kebangsaan.
Pesan itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, S.H., kepada Wartawan usai menghadiri Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Kaltara di Tarakan Art and Convention Center (TACC), Kota Tarakan, Jumat (9/10/2026) sore.
Rahmawati mengatakan, generasi muda Kaltara memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Melalui pembinaan yang tepat, potensi itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak muda untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Laskar Merah Putih Laskar Gerindra ini untuk membina anak-anak muda yang punya potensi untuk menjaga bangsa khususnya di Kaltara,” kata Rahmawati.
Ia mengungkapkan, pembinaan pemuda perbatasan sangat penting khususnya di Kaltara yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Tetangga. Sehingga, kesadaran untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu ditanamkan melalui kegiatan yang membangun kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
“Penekanannya adalah kita membentuk laskar ini, apalagi kita di perbatasan, untuk menjaga NKRI,” tegasnya.
Ia berharap, diklat itu tidak sekadar menjadi kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, memperluas pergaulan, dan membangun persaudaraan dengan pemuda dari berbagai daerah.
Rahmawati menyebut, pembinaan Laskar Gerindra menyasar kalangan muda hingga usia 45 tahun. Ia meyakini masih banyak anak muda di Kaltara yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan.
“Mudah-mudahan nanti kita lihat lebih banyak lagi, karena banyak potensi-potensi yang bisa digali yang ada di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltara, Ibnu Saud Is, mengatakan diklat tersebut menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai kabupaten dan kota untuk saling mengenal dan mempererat hubungan.
“Peserta ditempatkan secara acak selama kegiatan agar dapat berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang daerah, suku, dan agama yang berbeda,” ujar Ibnu.
Ibnu Saud yang juga menjabat Wakil Wali Kota Tarakan itu mengatakan, nilai persatuan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai dan membangun kebersamaan.
“Tujuannya agar menumbuhkan rasa persaudaraan, supaya ada teman baru. Yang ketiga, supaya Bhinneka Tunggal Ika itu dipraktikkan, bukan hanya di dalam cerita,” ujarnya.
Ia juga berharap para kader dapat ikut mengawal program pemerintah di tingkat pusat hingga daerah serta membantu menyampaikan informasi program kepada masyarakat.
“Diklat ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta terdaftar dari sejumlah wilayah di Kaltara, termasuk Kabupaten Nunukan, Bulungan,Malinau dan Tana Tidung,” tutupnya.(*)







