Investasi Bulungan Triwulan I 2026 Sentuh Rp10 Triliun, Bupati Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Realisasi investasi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan I 2026, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp10 triliun, atau lebih dari separuh target investasi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp16 triliun.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, tingginya arus investasi itu harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal dapat menikmati peluang kerja yang tercipta.

“Target provinsi kepada kita tahun ini sekitar Rp16 triliun, sementara target internal DPMPTSP sekitar Rp14 triliun. Di triwulan pertama saja kita sudah mencapai kurang lebih Rp10 triliun,” kata Syarwani, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, lonjakan investasi di Bulungan terjadi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, total investasi yang terealisasi baru sekitar Rp1,5 triliun, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

“Pada 2025 realisasi investasi melonjak hingga mencapai Rp20,8 triliun. Capaian itu jauh melampaui target Pemprov Kaltara Rp14,5 triliun maupun target internal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bulungan yang berada di kisaran Rp3 triliun,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari total investasi tahun lalu, PMA menyumbang Rp12,8 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp8 triliun.

Menurut Syarwani, peningkatan investasi tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Bulungan.

“Di sisi lain, kondisi itu juga menghadirkan tantangan untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ucapnya.

Karena itu, Pemkab Bulungan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan penguatan kompetensi kerja.

“Jika ada kebutuhan keterampilan tertentu yang belum dapat dipenuhi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kaltara, pemerintah daerah siap bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengirim putra-putri Bulungan mengikuti pelatihan di luar daerah,” bilang Syarwani.

“Kita harus mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja lima tahun ke depan agar anak-anak di Bulungan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Tujuannya jelas, agar peluang kerja dari investasi yang masuk dapat dinikmati masyarakat lokal sekaligus menekan angka pengangguran terbuka,” sambung dia .

Untuk diketahui, eebagai bagian dari upaya menghubungkan dunia usaha dengan pencari kerja, Pemkab Bulungan telah menggelar Bulungan Job Fair 2026 yang diikuti 23 perusahaan dari berbagai sektor akhir pekan Juni lalu. Sebanyak 600 lowongan kerja disediakan dalam kegiatan tersebut sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga kerja seiring derasnya arus investasi di Kabupaten Bulungan.(*)

News Feed