Inflasi Bulungan Turun Jadi 1,29 Persen, Harga Transportasi dan Emas Masih Naik

TANJUNG SELOR – Inflasi tahunan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tercatat 1,29 persen pada Juli 2026. Angka itu turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,21 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulungan naik dari 107,85 pada Juli 2025 menjadi 109,24 pada Juli 2026.

Secara bulanan, Bulungan justru mengalami deflasi sebesar 0,91 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau year to date hingga Juli 2026 tercatat 0,91 persen.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 secara umum masih menunjukkan kenaikan. Namun secara bulanan terjadi deflasi sehingga tekanan inflasi relatif lebih terkendali,” ujar Yuda, Selasa (4/8/2026).

Yuda menjelaskan, sejumlah kelompok pengeluaran masih mengalami kenaikan harga. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,31 persen.

Selanjutnya, kelompok transportasi naik 4,65 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,41 persen, pakaian dan alas kaki 2,62 persen, kesehatan 1,73 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,94 persen.

Sejumlah komoditas menjadi penyumbang inflasi tahunan, antara lain emas perhiasan, angkutan udara, minyak goreng, sewa rumah, bensin, pelumas atau oli mesin, biaya servis kendaraan, tempe, bubur, dan perbaikan ringan kendaraan.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Komoditas tersebut meliputi tomat, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, sabun deterjen bubuk, bayam, hand body lotion, bawang putih, dan sawi hijau.

“Penurunan harga komoditas tersebut turut menahan laju inflasi agar tidak lebih tinggi,” kata Yuda.

BPS Kabupaten Bulungan menilai kondisi inflasi daerah masih terkendali. Stabilitas harga diharapkan tetap terjaga untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara dan perekonomian daerah terus tumbuh positif,” pungkasnya.(*)