DPRD Bulungan Nilai Kabel PLN dan Telkom Semrawut di Tanjung Selor, Minta Segera Dibenahi

TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Tasa Gung, meminta jaringan kabel milik PLN dan Telkom yang semrawut di sejumlah kawasan Kota Tanjung Selor segera dibenahi. Pasalnya, kondisi kabel yang tidak tertata dinilai mengganggu estetika kota dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Penataan jaringan utilitas, khususnya kabel listrik dan telekomunikasi terlihat tidak teratur di sejumlah ruas jalan dan kawasan perkotaan Tanjung Selor,” kata Tasa Gung, Sabtu (19/9/2026)

Tasa Gung bilang, penataan kabel perlu menjadi perhatian bersama, mengingat Tanjung Selor merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang terus berkembang.

Ia juga meminta pihak PLN dan Telkom berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan, penataan dan pembenahan jaringan kabel yang terpasang di ruang publik.

“Kabel-kabel PLN dan Telkom yang semrawut ini perlu segera dibenahi. Jangan sampai keberadaan jaringan tersebut mengganggu keindahan kota maupun membahayakan masyarakat,” ujar Tasa Gung.

Tasa Gung menegaskan, pentingnya penataan infrastruktur utilitas secara lebih terencana. Setiap pemasangan maupun perbaikan jaringan kabel diharapkan memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban dan keindahan lingkungan

“Yang dikhawatirkan nanti kalau ada kejadian saat warga melintas terkena kabel listrik atau Telkom siapa yang bertanggung jawab?,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi koordinasi antara perusahaan penyedia jaringan, termasuk PLN dan Telkom, agar permasalahan kabel yang tidak tertata dapat ditangani secara bertahap.

“Penataan kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga bagaimana jaringan utilitas ditata dengan baik. Ini perlu menjadi perhatian agar Tanjung Selor semakin tertib dan nyaman,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Bulungan yang juga politisi Partai Hanura itu berharap pembenahan jaringan kabel dapat dilakukan secara konsisten dan tidak hanya bersifat sementara.

“Koordinasi lintas pihak dinilai penting untuk memastikan penataan utilitas tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari,” ungkapnya.

Tasa Gung secara khusus juga meminta agar lampu-lampu jalan di lingkungan Jelarai menuju Desa Tengkapak dihidupkan kembali. Pasalnya, Kondisi jalan yang gelap dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan.

“saya juga minta PLN untuk membenahi, menghidupkan kembali lampu-lampu jalan yang ada dalam lingkungan Jelarai menuju Desa Tengkapak,” ucapnya.

Apalagi, penerangan jalan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari diwilayah itu.

“Karena kondisi gelap rawan kecelakaan dan tindakan kejahatan,” pungkasnya.(*)