TANJUNG SELOR – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memasuki babak baru setelah organisasi petani tersebut menyatukan kekuatan secara nasional.
Sejalan dengan momentum persatuan itu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dipercaya menakhodai HKTI Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., mengatakan bersatunya HKTI menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyatukan perjuangan petani Indonesia.
“HKTI di Indonesia telah menyatu. Ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan konsolidasi organisasi, terutama dalam perjuangan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” kata Abdul Kadir Karding di kota Tarakan,cSabtu (29/8/2026).
Karding bilang, kepemimpinan HKTI di daerah juga memiliki posisi strategis karena hampir di seluruh Indonesia organisasi tersebut dipimpin oleh kepala daerah.
“Di hampir seluruh daerah di Indonesia, HKTI dipimpin oleh kepala daerah. Ini menunjukkan adanya komitmen dan perhatian yang kuat untuk bersama-sama membangun sektor pertanian serta memperjuangkan kepentingan petani,” ujarnya.
Keterlibatan kepala daerah dalam kepemimpinan HKTI dinilai dapat memperkuat sinergi antara organisasi petani dan pemerintah daerah, terutama dalam mendorong kebijakan pembangunan pertanian yang berpihak kepada petani.
Di Kalimantan Utara, kepemimpinan Zainal A. Paliwang diharapkan dapat menjadi kekuatan baru bagi HKTI dalam mengawal berbagai persoalan petani sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Zainal A. Paliwang, HKTI Kaltara semakin kuat dan solid, serta mampu menjadi wadah perjuangan bagi petani dan membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian,” ujar Karding.
Dijelaskannya, HKTI tidak hanya berperan sebagai wadah berhimpun, juga harus hadir menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani. Tantangan mutetapilai dari ketersediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses permodalan, pemanfaatan teknologi hingga kepastian pasar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Kaltara sendiri memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Ketersediaan lahan yang masih luas membuka peluang bagi pengembangan berbagai komoditas unggulan yang dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah,” .
“Karena itu, sinergi antara HKTI, pemerintah daerah, petani dan pelaku usaha menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani,” sambung dia
“Petani harus menjadi subjek utama dalam pembangunan pertanian. HKTI harus hadir memperjuangkan kebutuhan petani, meningkatkan kapasitas mereka serta membuka akses terhadap teknologi, permodalan dan pasar,” tegas Karding.
Sebelumnya, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang mengajak (HKTI) memperkuat perannya dalam mendorong transformasi sektor pertanian di Kaltara
“Sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian dan ketahanan pangan di Kaltara. Selain itu, pengembangan pertanian juga telah ditetapkan sebagai salah satu dari sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara,” kata Zainal.
Ia menegaskan, pembangunan pertanian ke depan harus diarahkan pada sektor yang lebih modern dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani. HKTI Diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan petani dan mendorong percepatan pembangunan pertanian.
“Kepada pengurus DPC HKTI yang baru dilantik, saya minta agar program organisasi diselaraskan dengan kebijakan pemerintah daerah. Pengurus juga dapat memperkuat peran kelompok tani dan koperasi, mendorong lahirnya petani milenial serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pertanian presisi,” tegasnya.
Selain itu, HKTI diminta menjadi penghubung antara petani dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi sektor pertanian.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Zainal juga menekankan pentingnya Musda sebagai forum evaluasi dan konsolidasi organisasi untuk menentukan arah kebijakan HKTI selama lima tahun ke depan.
“Pemprov Kaltara, berkomitmen mendukung penguatan peran HKTI agar organisasi ini dapat hadir mendampingi petani dan ikut mendorong terwujudnya sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern,” pungkasnya.(*)








