BULUNGAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bulungan periode 2026-2031 yang dilantik langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia yang juga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI,Abdul Kadir Karding.
Ingkong Ala mengatakan, kehadirannya di jajaran kepengurusan organisasi tani itu diharapkan dapat memperkuat sinergi antara petani dan pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.
“HKTI Bulungan tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi para petani, tetapi juga mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi serta memperjuangkan berbagai kepentingan petani di daerah,” kata Ingkong Ala.
“Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan ketahanan pangan. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi tani, pelaku usaha dan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki daerah,” sambung dia.
Ingkong Ala bilang, petani harus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan. Berbagai kebijakan dan program pertanian perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“HKTI harus hadir sebagai wadah yang benar-benar memperjuangkan kepentingan petani. Organisasi ini harus mampu menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait,” ujar Ingkong Ala.
Ia menjelaskan, Bulungan memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk pengembangan sektor pertanian. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal melalui penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi serta dukungan program yang berkelanjutan.
“Selain meningkatkan produksi, pengembangan pertanian juga perlu diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan demikian, sektor pertanian diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Ingkong Ala menegaskan, penguatan organisasi petani menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian. Melalui organisasi yang solid, aspirasi dan kebutuhan petani dapat disampaikan secara lebih terarah.
“Ke depan, HKTI Bulungan diharapkan dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih kuat dengan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan maupun pemangku kepentingan lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi itu dinilai penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi, ketersediaan sarana dan prasarana, penguatan akses pasar hingga peningkatan kapasitas petani.
“Penguatan kolaborasi antara petani dan pemerintah juga diharapkan dapat mendorong Bulungan menjadi salah satu daerah dengan sektor pertanian yang mampu menopang ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi Kaltara,” pungkasnya.(*)







