BULUNGAN – Semilir angin pagi menyapu hamparan Pantai Cemara di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, saat itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Kamis (25/6/2026).
Mengusung tema “Act Now For Climate” atau “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, peringatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga masyarakat yang bersama-sama menunjukkan komitmen menjaga bumi.
Momentum juga dimanfaatkan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala menegaskan, perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan melainkan kenyataan yang telah dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Dunia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan,” kata Ingkong Ala.
“Ketiga krisis tersebut saling berkaitan dan menjadi ancaman serius bagi umat manusia, stabilitas ekonomi, serta ketahanan sosial di berbagai belahan dunia,” sambung dia.
Sebagai bentuk komitmen menghadapi tantangan itu, pemerintah telah mendorong lima langkah nyata yakni membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, membangun budaya hidup bersih dan gotong royong,
“Termasuk memperkuat ekonomi sirkular melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), melaksanakan penanaman pohon secara masif, serta memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara aman dan bertanggung jawab,” jelas dia.
Ingkong juga bilang bahwa dampak perubahan iklim kini semakin nyata sehingga membutuhkan aksi bersama dari seluruh lapisan masyarakat.
“Perubahan iklim sudah nyata dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Mari mulai dari hal-hal sederhana, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, biasakan memilah sampah dari rumah, jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, laut, dan saluran air. Kita juga harus melindungi keanekaragaman hayati serta menjaga habitat alam,” pesannya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kaltara ditutup dengan aksi bersih Pantai Cemara Mangkupadi yang diikuti jajaran pemerintah, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan pesisir sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelestarian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan sekitar. (*)













