TANJUNG SELOR – Pekan Olahraga Wartawan Kabupaten (Porwakab) Bulungan I yang digelar di kawasan Tugu Cinta Damai, Minggu (2/11/2025), bukan sekadar ajang olahraga bagi para jurnalis. Di balik suasana santai dan sportivitas, tersirat pesan politik dan moral dari Bupati Bulungan, Syarwani tentang posisi penting pers sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah.
“Kami tidak alergi terhadap kritik. Catatan kritis dari rekan-rekan wartawan justru bagian dari masukan yang berharga,” ujar Syarwani.
Syarwani menyebut, keberadaan pers bukan untuk mengabarkan yang indah-indah semata, melainkan memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kepentingan publik. Pernyataan itu menjadi sorotan utama di tengah upaya pemerintah daerah menjaga kemitraan sehat dengan media.
“Saya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bulungan untuk terbuka terhadap media dan tidak defensif terhadap pemberitaan kritis. Pemerintah harus siap menjelaskan setiap kebijakan, sementara wartawan diharapkan tetap objektif dan proporsional dalam menyajikan informasi,” kata Syarwani.
“Kritik itu perlu, tapi juga harus konstruktif. Kami terbuka, dan itu harus dibalas dengan pemberitaan yang berimbang dan mencerahkan masyarakat,” sambung dia.
Syarwani juga mengingatkan bahwa di era ketika media sosial sering kali membentuk opini publik lebih cepat daripada fakta, peran wartawan profesional menjadi semakin vital.
“Wartawan adalah penjaga nalar publik. Tugasnya tidak hanya memberitakan, tapi juga mendidik,” ucapnya.
Sementara itu Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid mengatakan, Porwakab perdana yang digagas bersama Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) ini diikuti 51 jurnalis dari berbagai media.
“Kegiatan ini sebagai ruang mempererat hubungan antarsesama jurnalis sekaligus memperkuat solidaritas profesi, kami juga ingin wartawan tidak hanya sibuk dengan liputan dan deadline, tapi juga punya ruang untuk membangun kebersamaan dan energi positif,” tutupnya.(*)
