TANJUNG SELOR – Wakapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Yusuf memimpin Exit Meeting Audit Kinerja Itwasda Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Rupatama Bhara Daksa Mapolda, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan audit yang berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Kaltara, Kombes Audy Alfrits Herman Manus dan para Pejabat Utama (PJU), serta Kapolres jajaran selaku Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil).
Wakapolda menegaskan audit kinerja bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana evaluasi dan pengawasan guna memperkuat tata kelola organisasi.
“Exit meeting ini harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan internal dan penguatan sistem pengendalian organisasi secara menyeluruh, khususnya pada aspek perencanaan dan pengorganisasian,” kata Yusuf.
Wakapolda mengungkapkan, berdasarkan hasil audit, masih ditemukan sejumlah kelemahan pada manajemen operasional, sumber daya manusia (SDM), logistik, hingga pengelolaan anggaran. Temuan itu disebut sebagai peringatan dini agar jajaran segera melakukan langkah perbaikan.
“Kapolda Kaltara telah menginstruksikan seluruh Kasatker dan Kasatwil untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi audit sesuai batas waktu yang ditentukan,” ungkap Yusuf.
“Jajaran juga diminta menjadikan hasil audit sebagai bahan koreksi terhadap pelaksanaan tugas dan meningkatkan kualitas perencanaan program maupun anggaran berbasis kebutuhan riil,” sambung dia.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas harus diperkuat.
“Termasuk membangun budaya kerja yang tertib administrasi, transparan, dan patuh terhadap aturan,” tegasnya.
Wakapolda berharap pembenahan tata kelola organisasi dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Dengan tata kelola organisasi yang baik, maka pelaksanaan tugas kepolisian akan berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tutupnya.(*)









