LONG BUANG – Sebanyak 30 pemuda dari 10 desa di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, mengikuti Sekolah Lapangan Agrokompleks Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan di Desa Long Buang.
Masing-masing desa mengutus tiga pemuda untuk mengikuti program yang menjadi proyek percontohan sekolah lapangan agrokompleks pertama di Kabupaten Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, pelibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan regenerasi petani sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sektor pertanian dan perkebunan.
“Kita ingin pembangunan pertanian dan perkebunan di Bulungan tidak hanya dijalankan oleh orang tua kita, tetapi harus ada regenerasi,” kata Syarwani saat menghadiri kegiatan tersebut, Senin (10/8/2026).
Syarwani bilang, anak muda perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengelola pertanian secara profesional. Dengan begitu, sektor pertanian tidak hanya menjadi pekerjaan yang diwariskan tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber kesejahteraan bagi generasi muda.
Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti delapan kali pertemuan bersama akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan sejumlah narasumber ahli.
“Materi yang diberikan meliputi perubahan pola pikir, pengelolaan lahan, serta teknik pertanian modern yang disesuaikan dengan pengetahuan dan praktik lokal masyarakat,” ujarnya.
Syarwani berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan. Mereka diminta membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan dan dibagikan kepada pemuda lain di desa masing-masing.
“Tiga anak muda dari setiap desa ini harus menjadi inspirasi dan magnet bagi pemuda lainnya. Setelah selesai dari Long Buang, program ini harus ditindaklanjuti secara kolaboratif bersama para kepala desa,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar program tersebut diperluas ke desa lain di Kecamatan Peso, termasuk Long Yin, Long Peleban, Long Leju, dan Long Biak.
Program sekolah lapangan ini disinergikan dengan program unggulan Pemkab Bulungan, Madya atau Muda Berdaya, Muda Berkarya. Penguatan kapasitas pemuda di sektor pertanian diharapkan turut mendukung ketahanan pangan daerah dan agenda ketahanan pangan nasional.
Syarwani menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan masa depan sektor pertanian Bulungan.
“Masa depan Kabupaten Bulungan ada di tangan anak-anak muda, salah satunya yang mengikuti program sekolah lapangan ini. Berawal dari Long Buang, kemajuan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Bulungan akan kita bangun bersama-sama,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan, perwakilan NGO, Rektor Universitas Kaltara, serta pakar pertanian dari Tani Nelayan Center IPB Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc.(*)













