JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang menemui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Kantor Kemendikdasmen Gedung A lantai 2 Ruang Kudus, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk meminta dukungan bantuan pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen untuk menambah unit gedung sekolah baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri terpadu dari SD, SMP hingga SMA di Kota Tarakan.
“Anak-anak penyandang disabilitas di Kaltara setiap tahunnya selalu bertambah, kami sangat membutuhkan penambahan unit gedung baru agar anak-anak kami bisa bersekolah atau dapat menempuh pendidikan dengan nyaman,” kata Gubernur Zainal ke Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Gubernur juga menjelaskan kondisi dunia pendidikan di Kaltara yang daerahnya memiliki wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebab, wilayah 3T ini masih sangat membutuhkan perhatian khusus, terutama pemenuhan hak bagi anak-anak yang ingin menempuh pendidikan layak termasuk anak-anak pekerja migran asal Indonesia di Kota Tawau, Sabah, Malaysia.
“Kami juga mengusulkan pendirian sekolah khusus untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia seperti di wilayah Sabah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kaltara,” ungkap Zainal.
“Akses untuk menempuh pendidikan di wilayah 3T maupun yang di Malaysia menjadi sebuah tantangan yang sama-sama perlu kita tuntaskan bersama, tentu melalui formula yang tepat untuk mencari solusinya bersama-sama,” tambah dia.
Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti langsung merespon atas usulan Gubernur Kaltara dengan memberi instruksi kepada Dirjen PAUD Dikdasmen untuk segera merealisasikan pembangunan unit baru SLB Negeri Tarakan, melalui penyesuaian anggaran Kemendikdasmen dengan pengerjaan swakelola yang melibatkan masyarakat setempat.
“Selain itu, terkait sekolah yang ada di wilayah 3T dan sekolah untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Tawau Malaysia juga menjadi agenda pembahasan serius,” kata Menteri Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Gubernur turut mengundang Menteri Abdul Mu’ti untuk berkunjung ke Bumi Benuanta guna meninjau langsung kondisi sekolah di wilayah 3T dan anak-anak pekerja asal Indonesia yang ada di Kota Tawau.
Turut mendampingi Gubernur Kaltara, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara, Hasanuddin, Kepala Badan Penghubung Kaltara, Teddy Kusuma, Kepala Sekola SLB Negeri Tarakan Sri Hastuti serta beberapa tenaga ahli terkait. (*)







