TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, mendukung percepatan ekspor langsung komoditas unggulan daerah melalui jalur laut dan udara untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah di pasar internasional.
Hal itu disampaikan Ingkong Ala saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Kalimantan Utara Bersama dengan Peningkatan Ekspor Langsung Komoditas Unggulan Melalui Laut dan Udara” di Tarakan, Rabu (13/5/2026).
“Kaltara sebagai provinsi perbatasan harus mampu menjadi pusat produksi dan pintu ekspor baru yang kompetitif,” kata Wagub Ingkong.
“Kaltara ini tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi harus bertransformasi menuju daerah yang berfokus pada hilirisasi, nilai tambah, dan ekspor langsung,” sambung dia.
Ingkong mengungkapkan, penguatan ekspor daerah memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, instansi vertikal, pelaku logistik hingga dunia usaha.
Ingkong Ala menjelaskan, Kaltara memiliki keberhasilan pengiriman langsung komoditas perikanan berupa ikan bawal segar dan ikan malong dari Tarakan menuju Hong Kong. Ia menilai capaian itu menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekspor langsung dari Kaltara.
“Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kaltara, sekaligus membuktikan bahwa produk daerah kita memiliki kualitas dan daya saing di pasar internasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, berdasarkan data tahun 2025 ekspor non migas Kaltara mengalami penurunan sekitar 45,83 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal itu akibat melemahnya ekspor batu bara. Kondisi itu dinilai menunjukkan masih tingginya ketergantungan daerah terhadap komoditas primer.
“Ketergantungan terhadap komoditas primer seperti batu bara dan CPO masih menjadi tantangan serius bagi struktur ekonomi ekspor daerah kita,” tegasnya.
Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor unggulan lain seperti perikanan, perkebunan, kehutanan, dan industri pengolahan rumput laut.
Ingkong Ala juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur logistik laut dan udara, termasuk percepatan pengembangan Pelabuhan Malundung sebagai international hub dan optimalisasi Bandara Juwata Tarakan sebagai cargo airport untuk mendukung ekspor produk segar.
Selain itu, Pemprov Kaltara mendorong peningkatan sertifikasi internasional, penguatan standardisasi produk, serta pendampingan UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
“Kita ingin para pelaku usaha di Kalimantan Utara benar-benar merasakan bahwa pemerintah hadir untuk membantu, mendampingi, dan membuka akses pasar internasional seluas-luasnya,” tuturnya.
Wagub berharap forum itu mampu melahirkan langkah konkret dalam mempercepat jalur ekspor langsung, memperkuat konektivitas laut dan udara.
“Langkah Ini akan menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kaltara di pasar global,” tutupnya.(*)







