TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat upaya percepatan penurunan prevalensi stunting melalui penguatan program pencegahan sejak hulu hingga peningkatan layanan dasar di tingkat hilir. Langkah itu menjadi bagian dari strategi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Komitmen itu disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani, saat menerima audiensi Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Rapat Inspektorat Bulungan, pekan lalu.
“Seluruh program kementerian, termasuk BKKBN akan diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulungan yang menitikberatkan pada pembangunan hijau berkelanjutan dan peningkatan kualitas SDM,” kata Syarwani.
Ia menegaskan, penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui intervensi kesehatan semata, tetapi harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga lembaga sosial.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar upaya percepatan penurunan stunting berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, di sektor pencegahan Pemkab Bulungan menggandeng Kementerian Agama untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin (catin) melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
“Edukasi ink diharapkan meningkatkan kesiapan pasangan sebelum membangun keluarga sekaligus menekan risiko lahirnya anak stunting,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pembinaan generasi muda melalui program Duta Generasi Berencana (Genre) yang dilaksanakan setiap tahun oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
“Program itu melibatkan perwakilan pemuda dari seluruh kecamatan sebagai agen edukasi di masyarakat,” ujar dia.
Ia menambahkan selain aspek edukasi Pemkab juga meningkatkan akses terhadap sanitasi dan air bersih. Saat ini, layanan air bersih melalui PDAM baru menjangkau lima dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Bulungan.
Untuk memperluas cakupan layanan tersebut, pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Syarwani juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai di era digital. Menurutnya, lingkungan keluarga yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak generasi yang berkualitas.
“Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan layanan dasar, Pemkab Bulungan menargetkan penurunan angka stunting berjalan lebih efektif sekaligus mendukung lahirnya SDM yang sehat dan berdaya saing,” tutupnya.(*)







