Wagub Kaltara Minta GKII Perkuat Pelayanan hingga Perbatasan

TARAKAN — Wakil Gubernur (wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, mengajak Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Pesan itu disampaikan Ingkong Ala dalam Konferensi Wilayah IV GKII kaltara di Kota Tarakan, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, gereja memiliki peran besar bukan hanya dalam pelayanan rohani, tetapi juga menjaga kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

“GKII tidak hanya menjadi wadah pembinaan iman jemaat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan berdaya saing,” kata Ingkong Ala.

Wagub mengungkapkan bahwa tantangan di daerah perbatasan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja. Karena itu, ia berharap GKII tetap menjadi pelopor dalam menanamkan nilai kasih, persatuan, dan kepedulian sosial.

“Provinsi Kaltara merupakan daerah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri, sehingga dibutuhkan peran aktif seluruh elemen, termasuk gereja, dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkokoh nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Ingkong Ala menegaskan, pembangunan di daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan ekonomi. Menurutnya, pembangunan mental dan spiritual masyarakat menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga membutuhkan pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap forum konferensi tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi melahirkan program pelayanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat dan masyarakat.

“Program yang disusun hendaknya bukan sekadar memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan utama umat yang kita layani,” tutur Ingkong Ala.

Selain itu, Ingkong Ala mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dalam setiap proses musyawarah di internal gereja. Untuk itu seluruh peserta konferensi mengedepankan sikap saling menghormati meski terdapat perbedaan pandangan.

“Perbedaan pendapat tentu merupakan hal yang wajar dalam sebuah forum musyawarah, namun semuanya hendaknya disampaikan dengan sikap saling menghormati,” jelasnya.

Wagub Ingkong bilang, pertumbuhan GKII tidak hanya terlihat dari jumlah jemaat tetapi juga dari kualitas iman dan karakter warga gereja, baik di perkotaan maupun wilayah pedalaman.

“Saya berharap pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari segi kuantitas jemaat, tetapi juga kualitas iman, karakter, dan kedewasaan rohani seluruh warga gereja,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Ingkong Ala mengajak seluruh keluarga besar GKII terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Kalimantan Utara yang maju dan sejahtera.

“Dengan kebersamaan tersebut, kita berharap dapat mewujudkan fondasi transformasi Kalimantan Utara yang kokoh sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju, makmur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)