TANJUNG SELOR — Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala membuka Lomba Menyumpit Open se-Kaltara dan Berau di Balai Adat Desa Tengkapak, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan itu digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-19 Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor. Lomba menyumpit diikuti sekitar 230 peserta dari sejumlah wilayah di Kaltara, yakni Tanjung Selor, Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Tarakan serta Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Perayaan HUT ke-19 Desa Tengkapak juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan, di antaranya sepak bola Andes, bola voli, lomba memancing, balap perahu dan mobil legend.
Untuk lomba menyumpit, kelas yang dipertandingkan meliputi perorangan tingkat SD, perorangan tingkat SMP, beregu campuran serta kelas Bulicen.
Wagub Ingkong mengatakan, lomba menyumpit menjadi salah satu upaya melestarikan tradisi dan budaya yang dimiliki masyarakat Dayak.
“Sumpit adalah salah satu senjata khas suku Dayak. Dalam sejarah dan tradisi, sumpit digunakan sebagai alat untuk berburu binatang di hutan serta sebagai senjata untuk mempertahankan diri,” kata Ingkong.
Ingkong Ala menjelaskan, dalam perkembangannya sumpit telah menjadi olahraga tradisional yang dikenal luas dan diperlombakan hingga tingkat nasional.
“Karena itu, olahraga sumpit dapat dikembangkan tidak hanya sebagai ajang prestasi, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan budaya Kaltara khususnya masyarakat Dayak,” jelasnya.
Ingkong menilai keikutsertaan peserta lintas daerah menunjukkan bahwa budaya Dayak tidak dibatasi wilayah administratif. Ia juga menyebut olahraga menyumpit dapat menjadi perekat masyarakat lintas daerah dan generasi.
“Ini membuktikan bahwa budaya Dayak tidak mengenal batas administrasi. Saya sangat bangga, hari ini olahraga tradisional ini tidak punah, justru semakin berkembang,” ujarnya.
Ingkong berharap seluruh peserta menjunjung sportivitas selama pertandingan. Ia juga berharap lomba tersebut dapat menjadi sarana silaturahmi dan memperkuat kebersamaan.
“Bertandinglah dengan jujur, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan ajang ini sebagai sarana silaturahmi. Menang atau kalah itu biasa, yang utama adalah kebersamaan dan semangat pantang menyerah,” katanya.
Kepada panitia dan dewan juri, Ingkong meminta perlombaan dilaksanakan secara adil, transparan dan profesional.
“Dengan ini Lomba Menyumpit Open se-Kaltara dan Berau dalam rangka HUT ke-19 Desa Tengkapak tahun 2026 resmi dimulai,” tutupnya.(*)













